Raih Pinjaman USD300, Bank KB Bukopin Jadi Pionir Obligasi Sosial untuk Bank Swasta di Indonesia

Pemerintah mendukung kerja sama yang dilakukan oleh Bank KB Bukopin dengan IFC World Bank untuk penerbitan obligasi sosial ini.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
PT Bank KB Bukopin Tbk menyelenggarakan Event Agreement Signing Ceremony di Ballroom The Langham Jakarta bersama International Finance Corporation (IFC) World Bank, baru-baru ini. 

WARTAKOTALIVE.COM — PT Bank KB Bukopin Tbk resmi menjalin kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) World Bank dalam transaksi pinjaman luar negeri senilai USD 300 Juta atau Rp 4,41 Trilun dari IFC.

Pinjaman tersebut mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta di Indonesia.

Obligasi Sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari Covid-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa, pemerintah mendukung kerja sama yang dilakukan oleh Bank KB Bukopin dengan IFC World Bank untuk penerbitan obligasi sosial ini, untuk membuka potensi investasi di Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia,” ungkap Airlangga Hartarto dalam pernyataan resminya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Belum Terima Pemberitahuan Terkait Rencana GNPR Gelar Demo di Kawasan Istana Negara

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok Kamis(22/9) Jakarta Timur & Jakarta Selatan Berpotensi Hujan Lebat

Bank KB Bukopin akan melakukan beberapa langkah setelah mendapat fasilitas pinjaman dari IFC.

Bank KB Bukopin memiliki komitmen untuk senantiasa menyalurkan kredit ke 3 sektor utama dalam rangka mewujudkan keberlanjutan bisnis bagi pelaku usaha usai pandemi Covid-19.

Ketiga sektor tersebut adalah pertama, sektor ritel berupa pembiayaan rumah terjangkau.

Kedua yaitu Sektor UKM: Usaha Mikro, Kecil dan Menengah termasuk usaha yang dimiliki wanita.

Ketiga, sektor komersial, yaitu Kesehatan, Pendidikan (di luar pendidikan K-12), Infrastruktur terkait air, produksi kabel serat optik bawah laut dan terrestrial, serta penyedia jaringan telekomunikasi (hanya untuk sub-proyek atau kegiatan yang berlokasi di perkotaan).

Baca juga: Mukercab Serentak PPP Jakarta akan Fokus pada Kerja-kerja Elektoral Tahun 2024

Baca juga: Gara-gara Berkata Jujur dan Bongkar Kasus Korupsi, PNS Senior di Bapeten Dipaksa Pensiun Dini

Halaman
123
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved