Polisi Tembak Polisi

Jet Pribadi Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi, Berasal dari San Marino, Biaya Sewanya Rp1,2 Miliar

Pesawat jet pribadi berkode T7-JAB yang dipakai Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi ternyata berasal dari San Marino dan biaya sewanya fantastis

Akun YouTube Kompas TV
Pesawat Jet Pribadi T7-JAB yang digunakan Brigjen Hendra Kurniawan berasal dari San Marino dan biaya sewanya Rp1,2 Miliar 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pesawat jet pribadi berkode T7-JAB yang dipakai Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi menemui keluarga Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, atas suruhan Irjen Ferdy Sambo pada 11 Juli 2022 lalu, ternyata berasal dari San Marino.

Jet pribadi tersebut diketahui memiliki biaya sewa hingga miliaran rupiah, untuk paket penerbangan pulang pergi antara dua kota. Jet pribadi asal San Marino itu diketahui masuk ke Indonesia sejak September 2021 dan kini disinyalir sudah berada di Eropa.

Brigjen Hendra Kurniawan diketahui adalah anak buah Ferdy Sambo yang menjadi tersangka penghalangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J, dengan cara mendatangi keluarga Brigadir J pada 11 Juli 2022 di Jambi dengan pesawat jet pribadi tersebut.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie menjelaskan kode T7-JAB di badan pesawat memiliki arti. "T7 adalah kode negara. Dengan kode negara T7 menunjukkan bahwa pesawat itu diregistrasi di negara San Marino. Ini menarik karena San Marino negara kecil dan tidak punya bandara," kata Alvin Lie dalam tayangan Kompas Petang di Kompas TV, Rabu (21/9/2022).

Menurut Alvin setiap pesawat yang ke San Marino akan mendarat di kota terdekat di Italia diantaranya Rimini.

Untuk jet pribadi yang dipakai Hendra Kurniawan kata Alvin sepertinya adalah milik perusahaan tertentu.

Brigjen Hendra Kurniawan. Brigjen Hendra Kurniawan merupakan tersangka kasus obstruction of justice kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Brigjen Hendra Kurniawan. Brigjen Hendra Kurniawan merupakan tersangka kasus obstruction of justice kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. (kolase instagram)

Baca juga: Pengusaha Robert Bonosusatya Tepis Tudingan Siapkan Jet Pribadi Bagi Brigjen Hendra Kurniawan

"Dan kalau dari penelusuran saya, pesawat ini masuk Indonesia sejak September 2021 dan sudah meninggalkan Indonesia awal bulan September 2022 ini," kata Alvin.

Alvin menjelaskan, jet pribadi yang dioperasikan di Indonesia itu, tapi menggunakan kode registrasi negara lain menunjukkan bahwa keberadaan pesawat itu di Indonesia hanya semenatara.

"Menunjukkan keberadaan pesawat tersebut di Indonesia hanya sementara atau kemungkinan juga perusahaan tersebut disewa oleh perusahan charter di Indonesia hanya untuk 1 tahun, setelah itu selesai, dikembalikan lagi. Sehingga tidak perlu diregistrasi lagi," paparnya.

Baca juga: Saksi Kunci Masih Sakit, Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Ditunda Pekan Depan

Menurut Alvin dari pergerakan dan karakteristiknya pesawat jet pribadi T7-JAB diduga disewakan.

"Pesawat jet tersebut sudah keliling Indonesia di berbagai kota. Ke Australia PP 1 kali. Ke Singapura PP berulang kali," kata Alvin.

"Biaya sewanya, sekelas pesawat tersebut, misalnya Jakarta-Denpasar Pulang Pergi atau PP, sekitar Rp1,2 Miliar," kata Alvin.

Baca juga: Mantan Penasihat Kapolri Prihatin Brigjen Hendra Kurniawan Berhubungan Baik dengan Mafia Judi

Alvin mengatakan tidak dapat memastikan ada keterkaitan jet pribadi yang berasal dari San Marino itu dengan konsorsium 303 atau mafia judi.

Sekalipun San Marino diketahui memiliki banyak kasino judi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved