Korupsi

Gara-gara Berkata Jujur dan Bongkar Kasus Korupsi, PNS Senior di Bapeten Dipaksa Pensiun Dini

Seorang PNS senior di Badan Pengawas Tenaga Nuklir alias Bapeten Togap Marpaung dipaksa pensiun lantaran berkata jujur.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Wartakotalive/Miftahul Munir
Seorang pakar Nuklir, Togap Marpaung mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (17/6/2022) sore. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang PNS senior di Badan Pengawas Tenaga Nuklir alias Bapeten Togap Marpaung dipaksa pensiun lantaran berkata jujur terkait kasus korupsi yang menjangkit di badan negara tersebut.

Saat ini, Togap Marpaung tengah berjuang agar bisa mendapatkan kembali hak-haknya dalam karir di Bapeten yang sudah ditempuhnya selama 30 tahun. 

Usai membongkar kasus korupsi mark up pengadaan barang dan jasa di Bapeten, karir Togap Marpaung dijegal.

Pria yang sudah berkarir di bidang nuklir sejak tahun 1985 itu tidak bisa naik pangkat menjadi Pengawas Radiasi Utama. 

Karirnya dihabisi sehingga terpaksa pensiun sebagai Pengawas Radiasi Madya. Togap harus pensiun dini di usia 60 tahun. 

Padahal apabila lulus uji kompetensi ia bisa naik ke pangkat utama sehingga bisa pensiun di usia 65 tahun tepatnya pada tahun 2023 nanti.

Kata Togap Marpaung, karirnya dijegal tidak lama setelah ia berhasil membongkar kasus korupsi senilai Rp1,8 miliar di Bapeten tahun 2014 lalu. 

Kasus korupsi tersebut pun masuk ke dalam tahap penyidikan di Polda Metro Jaya

Namun, saat kasus tersebut masih berproses, pria asal Sumatera Utara itu dijegal dalam hal karir di Bapeten

Togap Marpaung dipersulit dalam uji kompetensi untuk naik pangkat setelah 30 tahun bekerja di badan resmi negara tersebut. 

Baca juga: Togap Marpaung Sedih Kasus Korupsi Bapeten Mangkrak Delapan Tahun di Meja Penyidik Polda Metro Jaya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved