Polisi Tembak Polisi

Bantu Ferdy Sambo, Iptu Januar Arifin Dijatuhi Sanksi Ikut Pembinaan Mental dan Keagamaan

eks Pamin Den A Ropaminal Divpropam Polri, Iptu Januar Arifin (JA) dijatuhi sanksi karena tidak profesional menjalankan tugasna

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews/Jeprima
Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo atau Irjen FS menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Dalam kasus itu, Iptu Januar Arifin dianggap tidak profesional melanjalankan tugasnya dengan membantu Sambo 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Pamin Den A Ropaminal Divpropam Polri, Iptu Januar Arifin (JA) telah rampung.

Hasilnya, pimpinan sidang KKEP menjatuhkan sanksi berupa kewajiban mengikuti pembinaan mental kepada Januar.

Sanksi dijatuhkan karena pelanggar tidak profesional dalam melaksanakan tugas.

"Sanksi ketiga, kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan mental kepribadiaan, kejiwaan, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama satu bulan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polr Kombes Nurul Azizah, Rabu (21/9/2022).

Selain sanksi tersebut, Januar juga dijatuhi sanksi etika, yakni perbuatan pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela.

Baca juga: Menilai Efektivitas Kartu AS Ferdy Sambo, Pengamat: Selamatkan Istri Saja Tidak Bisa

Kedua, kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan Sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak-pihak yang dirugikan.

"Kemudian untuk sanksi administrasi berupa mutasi berupa demosi selama 2 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri," kata Nurul.

Sidang etik Januar berlangsung selama 9 jam sejak Selasa (20/9/2022) kemarin pukul 10.00 hingga pukul 19.00 WIB.

"Adapun pelaksanaan sidang KKEP yang pertama Kombes Pol Rahmat Pamudji selaku ketua komisi sidang," ujar Nurul.

Baca juga: Harga Sudah Deal, Hotman Paris Hampir Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Batal karena Amukan Istri

"Kedua Kombes Pol Satius Ginting selaku wakil ketua komisi sidang, dan terakhir Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangi selaku anggota sidang komisi," lanjutnya.

Saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan ada sebanyak 6 orang, yaitu Kombes ANP, AKP IF, Iptu HT, Briptu SMH, Aiptu SA, dan Aipda RJ.

"Adapun wujud perbuatan ketidakprofesionalan di dalam pelaksanaan tugas," kata Nurul.

Iptu Januar Arifin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf c, pasal 6 ayat 2 huruf b, pasal 10 ayat 1 huruf f peraturan kepolisian negara republik Indonesia nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Kepolisian RI. 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved