Pemakaman Azyumardi Azra

Sahabat Kecil Azyumardi Azra Akui Kepandaian Almarhum Sejak di PGA

Usralimi, teman kecil Azyumardi Azra mengatakan sejak kecil almarhum sudah cerdas, menonjol dibandingkan teman-teman lain.

warta kota/rafsanjani
Usralimi, Sahabat Azyumardi Azra berdatangan ke rumah duka guna memberikan penghormatan terakhir bagi sang cendekiawan. Menurutnya, sejak kecil almarhum sudah cerdas. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sahabat Azyumardi Azra berdatangan ke rumah duka guna memberikan penghormatan terakhir bagi sang cendekiawan.

Azyumardi yang merupakan ketua dewan pers wafat pada Minggu (18/9/2022) lalu karena serangan jantung di Kuala Lumpur Malaysia, saat hendak menjadi pembicara dalam sebuah seminar. Jenazahnya lalu dibawa pulang untuk dikebumikan di TMP Kalibata, Selasa (20/9/2022).

Usralimi, salah seorang sahabat Azyumardi mengatakan sosok sahabatnya tersebut merupakan pribadi yang telah berprestasi sejak kecil.

"Kita sama-sama dari Padang ya. Dan kami dulu satu pendidikan guru agama Islam. Dulu enam tahun sekolahnya. Beliau itu enak diajak bicara," ujarnya.

"Dia juga aktif ya, kalau di sekolah kami sebut seksi publikasi. Dia yang membuat edaran informasi di sekolah. Dulu beliau sering meraih juara di kelas," imbuhnya kepada Warta Kota, di rumah duka, Puri Laras II, Ciputat, Tangsel.

Usralimi masih ingat bahwa Azyumardi bahkan telah les bahasa inggris kala di PGA dulu. Hal yang jarang diikuti oleh teman-temannya.

Baca juga: Rektor UIN Jakarta: TMP Kalibata Tempat Layak bagi Pahlawan, saat Melepas Jenazah Azyumardi Azra

Baca juga: Azyumardi Azra, Sosok Rendah Hati di Mata Satpam Perumahan Puri Laras II

Bahkan ia menyebut, almarhum pernah memperbaiki kesalahan guru.

"Memang dia sudah berprestasi sejak dulu. Dan saya tidak kaget kalau beliau selama ini bisa dipercaya menjabat beberapa bidang. Karena dari dulu sudah terlihat," ucapnya.

Namun, kerap pula jadi pembicara, dan andalan di depan banyak orang, namun jika di hadapan teman-teman sebaya, Usralimi menyebut sahabat kecilnya masih kerap malu-malu.

"Kami kan sebagai teman sering juga ledek-ledekan, dan dia disuruh jadi penceramah ya, dia nolak halus. Tapi meskipun dia profesor, tapi tak berubah kok," sambungnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved