Virus Corona

Presiden AS Bilang Pandemi Berakhir, Satgas Covid-19: Indonesia Punya Pertimbangan Sendiri

Salah satu faktor untuk menetapkan berakhirnya pandemi Covid-19, adalah capaian vaksinasi.

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Selain aturan WHO, Alexander mengatakan Indonesia memiliki levelisasi PPKM dalam menetapkan status pandemi Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, pandemi Covid-19 sudah berakhir.

Menanggapi hal tersebut, Kasubbid Dukungan Kesehatan Bidang Darurat Satgas Covid-19 Alexander K Ginting mengatakan, Indonesia mengacu kepada aturan Badan Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO), untuk menetapkan pandemi Covid-19 berakhir.

Selain aturan WHO, Alexander mengatakan Indonesia memiliki levelisasi PPKM dalam menetapkan status pandemi Covid-19.

"Indonesia tetap mengacu kepada badan kesehatan dunia."

"Jadi dalam hal ini tentu negara masing masing mempunyai aturan tersendiri dalam penanggulangan Covid-19."

"Indonesia punya PPKM levelisasi, tapi dengan tetap mengombinasikan dengan aturan yang diberlakukan WHO," ujar Alexander kepada Tribunnews, Senin (19/9/2022).

Baca juga: SBY Sebut Pemilu 2024 Berpotensi Tidak Jujur dan Adil, Waketum PPP: Prasangka Berlebihan

Salah satu faktor untuk menetapkan berakhirnya pandemi Covid-19, adalah capaian vaksinasi.

Vaksinasi Covid-19 dosis pertama kini sudah mencapai 203 juta atau 89 persen, dan dosis kedua 170 juta atau 72,6 persen.

Alexander mengatakan, saat ini vaksinasi booster di Indonesia masih di angka 26,5 persen.

Baca juga: Mardani Ali Sera: Pernyataan SBY Ada Peluang Pemilu Tak Jujur Peringatan Kita Semua Harus Waspada

Sehingga, Alexander mengatakan pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi booster demi mencegah terjadinya lonjakan angka Covid-19.

"Kita tidak mau terjadi lonjakan kasus di masa transisi ini."

"Di beberapa negara sudah ada pelonggaran, tapi kita punya pertimbangan sendiri di Indonesia."

Baca juga: Partai Buruh Jadikan Pernyataan SBY Soal Pemilu 2024 Berpotensi Tak Jurdil Sebagai Peringatan Dini

"Kita tidak mau mengulangi ada kejadian luar biasa yang sporadis di berbagai provinsi kabupaten kota, jika PPKM ini tidak dijalankan," papar Alexander.

PPKM, kata Alexander, masih diterapkan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved