Pergeseran Tanah

Pemkab Bogor Minta Korban Pergeseran Tanah di Bojong Koneng tak Risau, Pastikan Kebutuhan Terpenuhi

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta warga Bojong Koneng yang menjadi korban pergeseran tanah tenang, sebab semua kebutuhan dijamin aman.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
warta kota/hironimus roni
Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan (tengah) mengunjungi korban bencana pergerakan tanah di Bojong Koneng, Senin (19/9/2022) sore. Iwan memastikan warga untuk tetap tenang karena semua kebutuhan akan dipasok. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan kebutuhan warga terdampak bencana pergeseran tanah di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, terjamin.

Hal itu diungkapkan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan usai mengunjungi korban bencana pergerakan tanah di Bojong Koneng, Senin (19/9/2022) sore.

"Kemarin sore saya ke Bojong Koneng. Saya ingin memastikan dan meyakinkan kebutuhan masyarakat yang terdampak, baik makan dan minum, sewa rumah, dan kebutuhan lainnya terjamin," kata Iwan, Selasa (20/9/2022).


Dia memastikan akan untuk segera mencairkan biaya sewa tempat tinggal bagi pengungsi karena tinggal di pengungsian tidak nyaman.

"Untuk kebutuhan makan dan minum, dapur umum kita selalu siagakan," ucapnya.

Sementara bagi yang terdampak secara psikis, Pemkab Bogor akan bantu lewat trauma healing.
 
"Untuk penanganan jangka pendeknya kita sudah mengalokasikan anggaran untuk sewa tempat tinggal bagi penduduk yang terdampak. Kedua, bantuan makanan sudah siap, baik dari Dinas Sosial maupun BPBD," jelasnya.

Baca juga: Kebayoran Lama Rawan Pergerakan Tanah, Camat Gandeng BPBD Lakukan Langkah Mitigasi Bencana

Sedangkan untuk membantu mobilisasi di lokasi yang sifatnya darurat, Pemkab Bogor sudah menurunkan alat berat untuk meratakan tanah agar bisa dilalui.

Namun melihat kondisi tanah di lokasi masih labil, pemerintah  masih gunakan alat ringan untuk membuat jalan sementara.
 
Untuk penanganan jangka panjang, kami akan membuat rekomendasi terkait status tanah di wilayah ini.

"Jangan sampai terjadi kembali peristiwa serupa, sementara masyarakat masih bermukim di atas tanah ini. Jadi memungkinkan bagi yang terdampak akan kita lakukan relokasi ke zona aman," papar Iwan.

Baca juga: Upaya Minimalisir Bencana Alam, Wagub Jabar Dorong Masyarakat Peduli Lingkungan

Politisi Partai Gerindra ini juga meminta agar ada kajian yang lebih maksimal agar saat relokasi tidak ada lagi yang tinggal di atas lokasi bencana.

"Nantinya kualitas rumah yang dibangun pun harus berbeda, yakni yang didesain khusus anti gempa,” ujar Iwan.
 
Lokasi relokasi akan dilakukan di daerah Bojong Koneng karena masih banyak tanah yang milik pemerintah.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak lainnya, agar relokasi bisa dilakukan dengan baik dan mudah-mudahan prosesnya bisa cepat," tandas Iwan.

Baca juga: Ada Potensi Pergeseran Tanah di 10 Wilayah di Jakarta, Pemprov DKI Belum Siapkan Pengungsian

Sementara itu, Mirban, supir truk di Cigombong, Kabupaten Bogor selamat dalam kecelakaan mobil truk pada Senin (19/9/2022).

Mobil truk pengangkut tanah yang dikemudikan Mirban terperosok ke dalam jurang setinggi tiga meter di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cijeruk Kompol Sumijo mengatakan bahwa kejadian  tersebut terjadi akibat kelalaian pengemudi.

"Supir kurang hati-hati saat membongkar urugan tanah pengerjakan turap tebingan jalan," kata Sumijo, Selasa (20/9/2022).

Truk tanah mengalami kecelakaan di Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (19/9/2022).
Truk tanah mengalami kecelakaan di Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (19/9/2022). (warta kota/hironimus roni)

Proyek turap tebing ini, lanjut dia, merupakan proyek milik Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Bogor.

"Itu proyek milik PUPR," ucapnya.

Kejadian tersebut membuat warga sekitar terkejut. Mereka lalu melaporkan hal itu ke polisi.

Jajaran Polsek Cijeruk lalu datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi supir truk.

"Tidak ada korban jiwa, hanya saja supir truk mengalami cidera pada bagian kakinya akibat terjepit badan truk," ungkap Sumijo.

Mirban lalu dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, kendaraan truk dievakuasi menggunakan alat derek dari unit Laka Lantas Polres Bogor.

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved