Pandemi Virus Corona

IDI Menilai Indonesia Belum Memenuhi Syarat Akhiri Status Pandemi Virus Corona

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Erlina Burhan menyatakan Indonesia masih berhati-hati dalam mengakhiri status pandemi virus corona.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota
Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Erlina Burhan, mengatakan Indonesia butuh waktu untuk menurunkan status pandemi, karena kasus masih tinggi dibandingkan negara lain dan vaksin untuk lansia yang rendah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) dr Erlina Burhan mengatakan, Indonesia tak mau terburu-buru mengakhiri status pandemi virus corona.

Erlina ingin syarat yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO terpenuhi dulu.

Seperti diketahui, WHO sudah menyatakan bahwa kini dunia sudah memasuki fase jika pandemi segera berakhir. 

Namun, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi untuk mencapai akhir pandemi.

Pertama, menurunkan angka kasus Covid-19. Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia sudah terbilang menurun dibandingkan tahun lalu.

Pada tahun sebelumnya, Indonesia diserang oleh varian Delta hingga menyebabkan kematian yang cukup tinggi. 

"Sekarang ini, dengan varian Omicron gejala lebih ringan. Tingkat keparahan tidak seberat Delta, sehingga angka kematian tidak setinggi dulu. Bahkan semakin turun perhari nya," ungkap dr Erlina pada talkshow virtual, Senin (19/9/2022). 

Menurut Erlina, kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata dunia. 

"Jadi upaya kita agar bisa sesuai dengan prediksi WHO, harus upayakan jangan banyak kasusnya. Kemudian angka kematian turun dan flat," paparnya lagi. 

Baca juga: Pemkot Bogor Sedih Lihat Angka Kemiskinan Meningkat, Dampak Terpaan Pandemi Virus Corona

Kedua, hal yang perlu terpenuhi adalah cakupan vaksinasi Covid-19 yang tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved