Berita Daerah

Gelar Festival Selawat dan Doa Bersama, 600 Santri dan Ulama Dukung Pemimpin Kembangkan Potensi EBT

Acara ini digelar dengan tujuan menemukan figur pemimpin yang bisa memenuhi tuntutan zaman demi kemajuan bangsa.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
"Festival Selawat dan Doa Bersama untuk Negeri" digelar bersama 600 santri dan ulama sekitar di Yayasan Panti Asuhan Berkah, Jekan Raya, Palangka Raya Kalimantan Tengah, Selasa (20/9/22). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Kalimantan Tengah menggelar "Festival Selawat dan Doa Bersama untuk Negeri" bersama 600 santri dan ulama sekitar di Yayasan Panti Asuhan Berkah, Jekan Raya, Palangka Raya Kalimantan Tengah, Selasa (20/9/22).

Acara ini digelar dengan tujuan menemukan figur pemimpin yang bisa memenuhi tuntutan zaman demi kemajuan bangsa.

Koordinator Wilayah Santri Dukung Ganjar Kalimantan Tengah, Muhammad Rizali mengatakan, pemimpin ideal yang diperlukan Indonesia memiliki sikap jujur, egaliter, adil, berwibawa, nasionalis, religius, serta memanfaatkan potensi energi baru terbarukan (EBT). Menurut para santri, seluruh kriteria tersebut ada dalam diri Ganjar Pranowo.

Baca juga: SBY Dinilai Manfaatkan Kekhawatiran Banyak Pihak Soal Pilpres Cuma Dua Paslon untuk Kepentingan AHY

Baca juga: Anies Baswedan Makin Mesra dengan Politisi PKS, Menunggu Tuah dari DPP untuk Ikut Pilpres 2024

Bahkan, dalam acara G20 side event dan Energy Transition Working Group (ETWG) Meeting di Bali beberapa waktu lalu, Jateng menjadi percontohan keberhasilan pengembangan energi baru terbarukan nasional.

"Yang kita ketahui ya Pak Ganjar terus berkomitmen untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), contohnya seperti PLTS Atap," kata Rizali dalam keterangan pers-ya, Selasa (20/9/2022).

Inovasi dan perluasan sumber energi terbarukan merupakan kunci untuk mempertahankan tingkat energi yang berkelanjutan dan melindungi planet dari perubahan iklim.

Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan pemanfaatan PLTS Atap, Ganjar mengeluarkan Surat Edaran Gubernur tentang implementasi pembangunan PLTS.

Dalam prosesnya, Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan IESR, AESI, dan Kementerian ESDM dan menghasilkan perkembangan menggembirakan. Pada tahun 2019, PLTS Atap di Jateng telah terpasang sebesar 0,15 MWp dan tahun 2021 sudah meningkat menjadi 12,1 MWp di gedung-gedung pemerintahan, industri, hingga ke ponpes.

Di lingkungan ponpes, bantuan sarpras PLTS atap untuk membantu menekan biaya penggunaan listrik. Sejumlah Ponpes yang telah dipasangi PLTS Atap selama pemerintahan Ganjar antara lain Pondok Pesantren Al-Huda Wonogiri, Pondok Pesantren Al Anwar Rembang, Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, dan lain-lain.

"Harapan kita nanti ke depan jika Pak Ganjar menjadi Presiden RI, semoga PLTS Atap ini bisa dikembangkan di pesantren-pesantren seluruh Indonesia, khususnya di Kalimantan untuk menekan biaya pengeluaran listrik di pesantren," tegas Rizali.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved