Atlet Termasuk Pekerjaan Patut Dilindungi Program Jaminan Sosial di BPJS Ketenagakerjaan

Kecelakaan pada saat pertandingan tak jarang terjadi, hampir setiap pertandingan pasti ada saja yang cedera dan membutuhkan pengobatan medis.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Cabang Cilincing Haryani Rotua Melasari menceritakan bagaimana atlet olahraga juga termasuk pekerjaan yang berisiko dan patut untuk dilindungi program Jaminan Sosial di BPJS Ketenagakerjaan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing telah mengakuisisi hampir 10.000 atlet dalam tiga bulan terakhir.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Cabang Cilincing Haryani Rotua Melasari menceritakan bagaimana atlet olahraga juga termasuk pekerjaan yang berisiko dan patut untuk dilindungi program Jaminan Sosial di BPJS Ketenagakerjaan.

“Sudah hampir 10,000 atlet kami lindungi, angka ini akan terus bertambah karena ada banyak pertandingan kejuaraan yang sudah mendaftarkan ke kami dan kami sedang mengikuti technical meetingnya," ungkap Ani dalam siaran persnya, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Genjot Prestasi Nasional dan Internasional, 146 Atlet Ikuti Silatnas Khusin Ryu Karate Indonesia

Baca juga: Marizka Juwita Bermimpi Menjadi Atlet Berkuda, Mengapa Sekarang Terjun ke Industri Musik Indonesia?

Diketahui tidak hanya di Jakarta, tetapi pertandingan juga dilaksanakan di Bandung, Tangerang, Makasar dan kota lainnya.

“Betul, tidak hanya di Jakarta, sudah banyak tempat kami ikuti, memang unik Kantor Cabang kami sampai dijuluki Kampung Atlet, ada atlet judo, atlet lari, atlet silat, dan atlet bola,” tambah Ani.

Pusat Layanan Kecelakaan Kerja juga ikut diturunkan ketika atlet bertanding. Mulai dari ambulans, obat-obatan serta tenaga medis seperti perawat dan dokter.

Kecelakaan pada saat pertandingan bukan hal yang jarang terjadi, Ani menceritakan hampir setiap pertandingan pasti ada saja yang cedera dan membutuhkan pengobatan medis.

Bahkan sampai harus tindakan operasi dan semua itu tidak dipungut biaya sama sekali karena sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Biasanya pada saat technical meeting, kami diikutsertakan sekaligus memastikan jumlah yang bertanding dan yang didaftarkan, apakah sama atau tidak dan sekaligus diantarkan kartu pesertanya, kemudian kami menawarkan apakah butuh ambulans untuk bersiap siaga karena atlet ini resikonya tinggi dan segera, kemudian pada saat pembukaan hingga selesai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) kami standby di lokasi pertandingan mengantisipasi jika terjadi kecelakaan kerja,” ungkap Ani.

Baca juga: Pembinaan Atlet Jadi Pondasi Penting agar Esports Indonesia Berprestasi di Kancah Dunia

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Berharap Atlet Panjat Tebing Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024

Ucapan terimakasih kepada panitia penyelenggara, pemerintah daerah serta asosiasi klub olahraga juga dihaturkan Ani karena sudah peduli dengan atlet yang berlaga.

“Semua ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah dan asosiasi klub olahraga tersebut bahwa mereka sadar perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sangat penting bagi atlet dan sudah dirasakan manfaatnya pada 10.000 atlet yang sudah terlindungi,” tambah Ani.

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved