Wisata Kepulauan Seribu

Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Tidung, Ada Kisah Kasih Pria dan Wanita Dibalik Jembatan Cinta

Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Tidung dengan Jembatan Cinta ternyata ada kisah kasih pria dan wanita yang ceritanya dituangkan dalam sebuah prasasti

Dok. Tribun Jakarta
Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Tidung yang identik dengan Jembatan Cinta ternyata ada kisah kasih pria dan wanita yang ceritanya tersebut dituangkan dalam sebuah prasasti. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Tidung identik dengan Jembatan Cinta. Namun siapa sangka bila dibalik berdirinya jembatan ikonik itu ada cerita kisah kasih pria dan wanita.

Jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil itu menceritakan kisah kasih pria dan wanita yang bertemu hingga menikah di Pulau Tidung.

Kisah asal muasal jembatan sepanjang 800 meter dan berdiri sejak sekitar tahun 2000-an tersebut juga tertulis pada sebuah prasasti yang dibangun tidak jauh dari jalanan utama Pulau Tidung.

"Menurut cerita yang beredar, suatu waktu di Pulau Tidung bertemulah seorang pria dan seorang wanita yang identitasnya masih menjadi misteri."

Baca juga: Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Harapan yang Dikelilingi Pulau-pulau Kecil

"Merekapun saling jatuh cinta dan menjadikan jembatan kayu yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil sebagai tempat memadu kasih."

"Mereka menyapa matahari terbit, berpegangan tangan dan melewati jembatan dari awal hingga akhir. Akhirnya mereka pun menikah dan hidup bahagia."

"Jembatan yang telah menjadi saksi cinta sejati mereka dikenal dengan sebutan Jembatan Cinta."

Baca juga: Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Harapan, Menikmati Pulau dengan Island Hopping

Apa yang tertulis pada prasasti tersebut nyatanya diamini banyak penduduk asli di area Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Penjelasan pada prasasti itu pun diamini oleh Lurah Pulau Tidung Hafsah yang juga termasuk warga asli pulau setempat. Kisah yang tercantum pada prasasti itu sudah lama didengarnya.

"Yang jelas, jaman kakek nenek kita, kalau (kakek) ke sana itu selalu didampingi istrinya, berdua," kata Hafsah saat dihubungi, Minggu (18/9/2022).

Kata ‘Cinta’ pada jembatan itu menggambarkan perjuangan pria dan wanita dalam memadu kisah kasih. Konon ada pria yang harus mengarungi lautan demi bertemu wanita dicintainya.

Baca juga: Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Sebira, Ada Kemegahan Mercusuar Penjaga Utara

"Jadi memang itu menghubungkan cinta, cinta seorang istri kepada suami, seorang suami kepada istri," kata Hafsah.

Cinta itu tumbuh hingga keduanya menikah dan hidup bahagia. Kini perjuangan tersebut ditandai dengan Jembatan Cinta yang dibangun untuk menyeberang dari Tidung Besar ke Tidung Kecil.

"Dan memang konon katanya ada yang pernah datang ke situ dan saat itu bertemu jodoh setelah mengarungi Pulau Tidung Besar ke Pulau Tidung Kecil," sambung Lurah.

Hafsah menambahkan, sebelum berdiri kokoh seperti sekarang, Jembatan Cinta terbuat dari bahan kayu. Namun kini berubah menjadi ikon Kabupaten Kepulauan Seribu favorit wisatawan.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved