Kecelakaan Lalu Lintas

Enggan Salahkan Asap Pembakaran, Keluarga Korban Kecelakaan di Tol Pejagan: Ini Sudah Takdir Tuhan

Penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah diduga karena ada asap pembakaran

Warta Kota
Suasana rumah duka M Singgih Adika, korban kecelakaan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah. (Yolanda Putri Dewanti). 

WARTAKOTALIVE.COM CIPAYUNG -- Kecelakaan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah diduga disebabkan karena adanya asap tebal pembakaran rumput yang dilakukan oleh warga sekitar di pinggir tol.

Ditemui Wartakotalive.com, Aldi (28) merupakan kakak ipar dari M Singgih Adika korban tewas dalam kecelakaan tersebut banyak memberikan tanggapan perihal asap pembakaran lahan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

"Saya tidak mau bicara lebih tentang apa yang terjadi setelah kecelakaan itu, soalnya tidak akan mengembalikan adik saya. Jadi saya tidak mau bicara lebih tentang itu," ucapnya di rumah duka yang berlokasi di Jalan Tengki No.13, RT.2/RW 2, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/9/2022).

"Bagi saya, kondisinya adik meninggal itu sudah syahid dikarenakan kondisinya dari Polisi, adik saya itu sudah berhenti. Jadi dua mobil di belakang truk itu persenelingnya netral, berarti kan adik saya kondisinya sudah sempat berhenti tetapi ditabrak dari belakang," imbuhnya.

Ia menilai, bahwa semua yang terjadi terhadap adiknya sudah kehendak Tuhan.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Purbaleunyi Arah Bandung Bus Primajasa Menabrak Truk

"Jadi menurut saya, adik saya tidak kebut-kebutan atau ugal-ugalan. Memang pure memang seperti itu, takdirnya seperti itu, memang waktunya berpulang dengan caranya yang demikian," tambah dia.

Pria yang mengenakan kaos hitam itu, menceritakan kembali kronologi awal mulanya mendapatkan kabar sang adik meninggal.

"Saya yang dapat kabar pertama. Saya ditelepon oleh Kepolisian pakai Handphone Almarhum. Karena menurut Kepolisian itu cara yang paling benar untuk buat saya percaya, akhirnya saya cari tahu, ternyata rumah sakit tempat adik saya disemayamkan itu masih milik kerabat jadi terkonfirmasi bahwa benar itu jenazah adik ipar saya," jelas dia.

Baca juga: Putra Bungsu Jamintel Kejagung Jadi Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan-Pemalang

Pantauan Wartakotalive.com, sekiranya pukul 18.30 WIB karangan bunga masih terus berdatangan ke rumah duka.

Karangan bunga tampak berjejer di sepanjang jalan sekitar rumah duka. Ucapan dukacita itu berasal dari berbagai instansi.

Nampak juga papan putih tepat di depan rumah duka bertuliskan "Innalilahi Wannailahi Rajiun, telah meninggal dunia Muhammad Singgih Adika. Pada hari : Minggu, Tanggal : 18 September 2022, Usia : 23 Tahun, Waktu Pemakaman Ba'da Dzuhur TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur Blok AA 1, Blad 12".

Baca juga: Inilah 13 Kendaraan yang Terlibat Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan, Akibat Asap Pembakaran

Turut berdukacita atas meninggalnya M Singgih Adika putra dari Bapak Dr Amir Yanto Jam Intelijen," tulis salah satu karangan bunga di sekitar lokasi. 

Bahasa asap terhadap jarak pandang

Sebelumnya, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, gumpalan asap yang mengepul di udara memang bisa mengganggu visibilitas saat mengemudi.

“Maka dari itu, jangan asal merasa bisa melihat dan main tancap gas tanpa memikirkan jarak pandang. Itu mengapa kita harus berhitung jarak aman tidak 3 detik lagi tetapi 6 detik,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/9/2022).

Menurut Sony, jarak 6 detik diperlukan untuk mengantisipasi visibilitas pengemudi yang minim akibat melewati jalanan berkabut atau kepulan asap seperti kecelakaan tersebut.

“Jarak aman 3 detik saat kita bisa melihat objek yang ada di depan dan sekitarnya secara clear. Sehingga waktu pengemudi dalam melihat, mengidentifikasi, memprediksi, memutuskan itu jelas. Berbeda dengan kabut yang putih semua, jadi 3 detik tersebut ditambah menjadi 6 detik, terkait safety faktor (jarak pandang),” ucapnya.

Untuk itu Sony menyarankan pengemudi untuk melambatkan kecepatan kendaraan saat melihat kabut atau kepulan asap saat berkendara sebagai antisipasi menghindar.

“Jangan lupa nyalakan lampu senja. Kalau sudah mengganggu sekali, segera cari tempat berhenti yang aman, jadi jangan tunggu kecelakaan,” ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved