Breaking News:

Kenaikan Harga BBM

Adian Napitupulu: SBY Naikkan Harga BBM 240 Persen dalam 10 Tahun, Jokowi Hanya 54 Persen

Menurutnya, hal lumrah ada banyak ketidakpuasan yang disampaikan oleh rakyat, sebab survei dilakukan dua hari pasca-pengumuman harga BBM naik.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Chaerul Umam
Anggota Komisi VII DPR Fraksi PDIP Adian Napitupulu mengatakan, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih banyak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), ketimbang Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Fraksi PDIP Adian Napitupulu mengatakan, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih banyak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), ketimbang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adian mengatakan, kenaikan harga BBM bukan pertama kali ini terjadi.

Ia menyebut sudah sekitar 30 kali pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan oleh pemerintah. Di era pemerintahan Presiden Jokowi, kata Adian, sudah sekitar tujuh kali.

Namun kata Adian, secara total, SBY menaikkan harga BBM sekitar 240 persen dalam 10 tahun pemerintahannya, sedangkan Jokowi hanya 54 persen sejak 2014 hingga sekarang.

"Kalau secara angka, total kenaikan BBM di era SBY Rp4.690, Jokowi Rp3.500."

"Jadi secara angka masih lebih mahal kenaikan BBM di era SBY, sekitar Rp 1.190 dibandingkan Jokowi."

Baca juga: Elite Demokrat Bilang Ada Invisible Hand Jegal Anies Jadi Capres, Waketum PAN: Mission Imposible

"Jadi secara persentase dan angka memang lebih tinggi kenaikan di era SBY selama 10 tahun dibandingkan era Jokowi," tutur Adian pada Webinar Rilis Indikator: Kenaikan Harga BBM, Pengalihan Subsidi BBM, dan Approval Rating Presiden, Minggu (18/9/2022).

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi pun turun sebanyak 9,7 persen, setelah mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 September lalu.

Tren kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi mulanya berada di angka 72,3 persen pada Agustus, kini turun menjadi 62,6 persen, berdasarkan hasil survei Indikator.

Baca juga: Buruh Bakal Geruduk Istana pada 4 Oktober 2022, Gelar Mogok Nasional Jika Tuntutan Tak Digubris

Menurut Adian, jika dibandingkan dengan tingkat kepuasan kinerja SBY di periode yang sama pada 2013, tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi jelang akhir masa jabatannya masih lebih baik.

Adian mengatakan, menurut rilis SMRC, tingkat kepuasan kinerja SBY saat itu 55,8 persen, sedangkan menurut LSI 35 persen.

Artinya di periode menjelang akhir masa jabatan keduanya, tingkat kepuasan kinerja Jokowi masih lebih tinggi jika dibandingkan periode SBY, di tengah naiknya harga BBM.

Baca juga: Pj Kepala Daerah Boleh Mutasi Pegawai, Layanan Publik Efektif, tapi Juga Berpotensi Abuse of Power

"Jika dibandingkan head to head masih lebih bagus Jokowi, walaupun surveinya dilakukan dua hari setelah kenaikan BBM," ucap Adian.

Menurut Adian, kelemahan survei tidak menyampaikan perbandingan-perbandingan itu secara masif, sehingga berpengaruh kepada opini publik yang disurvei.

Menurutnya, hal lumrah ada banyak ketidakpuasan yang disampaikan oleh rakyat, sebab survei dilakukan dua hari pasca-pengumuman harga BBM naik.

Baca juga: Mardani Bilang DPR Tak Berpeluang Jadi Tirani, Tantang Jokowi Larang Anggota DPR Jabat Tiga Periode

Tapi, semua bahan ini menjadi pertimbangan pihaknya, untuk belajar memahami kekurangan yang bisa diperbaiki di kemudian hari.

"Tapi tidak masalah, karena pemerintahan ini kan tidak mampu memuaskan semua orang secara bersamaan," cetus aktivis 1998 itu. (Larasati Dyah Utami)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved