Berita Nasional

Ketua Banggar DPR Said Abdullah: Produksi Listrik Besar Sanggup Topang Kebutuhan Energi Indonesia

Produksi listrik besar sanggup topang kebutuhan energi Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Ketua Banggar DPR Said Abdullah: Produksi Listrik Besar Sanggup Topang Kebutuhan Energi Indonesia 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Banggar DPR Said Abdullah: Produksi listrik besar sanggup topang kebutuhan energi Indonesia.

Hampir seminggu ini di media sosial digoreng sedemikian rupa bahwa pemerintah dan Badan Anggaran DPR akan menghapus pelanggan listrik 450 VA.

Bahkan serangan secara pribadi disasarkan kepada Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, MH. Said Abdullah, sehingga pembelokan isunya sudah keluar dari aspek proporsionalitas.

Baca juga: Puan Maharani Tak Ragukan Kepengurusan DPP BMI 2021-2024, Putra Said Abdullah Jadi Bendum

Menyikapi perkembangan yang ada, Said menegaskan bahwa perlu menjernihkan agar rakyat mendapatkan informasi yang utuh.

"Pada kebijakan yang sangat strategis, kita perlu peralihan energi dari berbasis minyak bumi menuju listrik. Kenapa hal itu perlu kita tempuh, sebab kita punya ketergantungan impor yang sangat besar terhadap minyak bumi," ujar Said, Minggu (18/9/2022).

"Kemampuan produksi minyak bumi kita hanya 614-650 ribu barel per hari, sementara kebutuhan kita mencapai 1,4-1,5 juta barel per hari," tambahnya. 

Ketergantungan terhadap impor minyak bumi, lanjut Said, mengakibatkan Indonesia terjebak dalam posisi sulit yang sering dihadapi berulangkali, seperti kenaikan harga minyak bumi dan kurs kian memojokkan Indonesia dalam posisi sulit.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Banggar DPR Revisi APBN 2022 Jadi Rp 3.106 Triliun

APBN harus mengongkosi subsidi yang kian besar, sehingga postur APBN tidak sehat dan rentan.

Bila ongkos tersebut dikurangi berakibat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, dan menimbulkan beban kepada rakyat. Oleh sebab itu, sambung Said, Indonesia harus keluar dari jebakan minyak bumi.

"Kita saat ini memiliki produksi listrik di dalam negeri yang sangat besar, yang sanggup menopang kebutuhan energi kita. Inilah ihwal yang melatar belakangi agar kita segera beralih energi dari minyak bumi ke listrik. Sebagian besar pembangkit listrik kita dipenuhi dari batubara," tutur Said.

"Pasokan batubara kita sangat besar, sehingga tidak bergantung terhadap suplai impor layaknya minyak bumi. Dampaknya kekuatan energi kita lebih mandiri, sambil secara perlahan kita melepaskan diri dari batubara dan mengganti pembangkit listrik kita menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)," paparnya.

Menurut Said, saat rapat antara Badan Anggaran DPR dengan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan sesungguhnya membicarakan agenda besar peralihan energi untuk menyehatkan APBN.

Namun, yang digoreng di media sosial hanya penggalan kalimat dirinya terkait penghapusan daya listrik 450 VA untuk rumah tangga miskin.

Bahkan, pemenggalan ini melepaskan narasi besar dan konteksnya sehingga menimbulkan opini sesat di tengah tengah rakyat.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved