Berita Nasional

Erick Thohir Sebut Kontribusi Kinerja BUMN Meningkat Mencapai Rp 68 T dalam Tiga Tahun Terakhir

Menteri BUMN Erick Thohir mengakui, kontribusi kinerja BUMN meningkat sebesar Rp 68 triliun dalam pemasukan negara pada tiga tahun terakhir.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews/Naufal Lanten
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui, kontribusi kinerja BUMN meningkat sebesar Rp 68 triliun dalam pemasukan negara pada tiga tahun terakhir. Foto: Menteri BUMN Erick Thohir 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir telah membuktikan tajinya, dalam mentransformasi perusahaan-perusahaan BUMN.

Tercatat selama tiga tahun terakhir, kontribusi kinerja BUMN meningkat sebesar Rp 68 triliun terhadap pemasukan negara.

Salah satu strategi jitu yang diterapkan Erick Thohir adalah menggabungkan sebanyak 108 perusahaan menjadi 41 perusahaan, lalu merampingkan 27 grup menjadi 12 grup.

"Hasilnya, kita bisa lihat, kontribusi BUMN kepada negara selama tiga tahun terakhir adalah Rp 1.198 triliun"

"Artinya dari jumlah itu, ada kenaikan Rp 68 triliun dibandingkan tiga tahun lalu sebelum pandemi."

"Kalau kita lihat buku laba bersih tahun ini juga terjadi kenaikan signifikan sekitar Rp 144 triliun dibanding tahun-tahun sebelumnya" ungkap Erick Thohir, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Kepiwaian Erick Thohir dalam menyehatkan BUMN juga bisa dilihat dari ratio utang BUMN-BUMN yang menurun dari semula 38 persen menjadi 35 persen.

Dalam komposisi yang lain antara utang Rp 1.500 triliun dan modal diinvestasikan sekitar Rp 4.200 triliun, terjadi defisit pada rasio utang sehingga membuat perusahaan-perusahaan BUMN lebih sehat.

Menurut Erick Thohir, program ekonomi kerakyatan juga akan dapat mudah terealisasi.

Salah satunya mendorong merger PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian untuk mendukung UMKM sebagai ujung tombak.

"Jadi, basis ekonomi kerakyatan pembukaan lapangan kerja dan mendorong UMKM menjadi satu kesatuan dengan ekosistem yang benar."

"Kalau kita lihat data-datanya sekarang, PNM Mekaar ibu-ibu di beberapa desa yang pinjamannya Rp 1-4 juta, tingkat kemacetannya hanya 0,15 persen."

"Bahkan saat Covid, jumlah nasabah bisa tumbuh 7,1 persen dari 5,6 persen. Artinya, sekarang ada 12,7 juta nasabah PNM Mekaar di desa-desa."

"Data-data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi BUMN ini valid" tutupnya Erick Thohir.

(Wartakotalive.com/CC)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved