Kabar Artis

Damien Dematra Pendiri Visions of Peace Merasa Terhormat Masuk Nominasi Penerima Nobel Perdamaian

Damien Dematra yang dikenal sebagai pendiri Visions of Peace ini merasa terhormat setelah dinominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian.

Dokumentasi Pribadi
Damien Dematra yang dikenal sebagai pendiri Visions of Peace ini merasa terhormat setelah dinominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian di tahun 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Damien Dematra yang dikenal sebagai pendiri Visions of Peace dinominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian.

Pangeran Damien Dematra dinominasikan semua Dewan Legislatif Indonesia bersama dengan Visions of Peace (VOP).

VOP merupakan organisasi non-profit yang mempunyai misi mempromosikan perdamaian ke generasi muda dibawah 18 tahun melalui media seni seperti gambar, film, musik, puisi, tarian dan sebagainya.

Baca juga: Dihadiri Sultan Nusantara, Damien Dematra Luncurkan International Culture Day di Keraton Cirebon

Baca juga: Dinilai Punya Peran Besar pada Perdamaian dan Kemanusiaan, Damien Dematra Diberi Penghargaan Ini

Visions of Peace telah menginspirasi ratusan ribu anak dan pemuda dan telah mengadakan kegiatan di lebih dari 60 kota di Indonesia.

Damien Dematra mengatakan Visions of Peace berkomitmen memberikan pemahaman yang berarti tentang perilaku etis yang dapat dicapai melalui apresiasi terhadap nilai timbal balik.

Setiap peserta dalam Visions of Peace Initiative menjadi pendukung toleransi saat mereka membawa visi dan pemahaman mereka tentang Aturan Emas ke rumah dan komunitas mereka.

Damien Dematra yang dikenal sebagai pendiri Visions of Peace ini merasa terhormat setelah dinominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian di tahun 2022.
Damien Dematra yang dikenal sebagai pendiri Visions of Peace ini merasa terhormat setelah dinominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian di tahun 2022. (Dokumentasi Pribadi)

Mereka telah belajar ada alternatif yang lebih mulia dan lebih memuaskan dibandingkan intoleransi dan kekerasan.

Dengan menganut Aturan Emas, mereka menunjukkan perilaku yang mempromosikan kesopanan, martabat, dan rasa hormat.

Selain sebagai pendiri Visions of Peace Initiative, Damien Dematra memprakarsai Hari Perdamaian Nusantara bersama dengan banyak raja, sultan, keluarga kerajaan dan organisasi adat di tahun 2019.

Baca juga: Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Donasi Publik untuk Pemulihan Bencana Badai Seroja di NTT

Baca juga: Erick Thohir Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2022, Ketua PBNU Sebut Terobosan Baru Bagi Pesantren

Di tahun 2020, Damien Dematra memprakarsai International Culture Day (ICD) dan Gerakan Culture for Peace yang diluncurkan di Keraton Kacirebonan.

Gerakan ini menjadi viral dan 150 negara dan kerajaan telah bergabung dengan ICD hanya dalam beberapa bulan dan membuatnya mendapatkan banyak penghargaan dari berbagai negara.

Semangat Damien Dematra selalu membela perdamaian adalah satu dari alasan utama masuk nominasi.

Baca juga: Catatkan Sejarah, Visions of Peace Initiative Wakili Indonesia di Nobel Perdamaian

Baca juga: Kamasean Matthews Serukan Perdamaian Lewat Gerakan Indonesia Serasi, Apa yang Dilakukan?

Visions of Peace telah direkomendasikan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR), Princeton University, AS, mewakili Indonesia di ajang Nobel Peace Prize 2022.

"Saya terhormat atas nominasi ini dan berharap dapat terus bekerja untuk kemanusiaan dan perdamaian," kata Damien Dematra yang kerap disebut sebagai Prince of Peace ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved