Kriminal

Setelah Kasusnya Viral, Laporan Pelajar SMA Korban Begal Diterima Polsek Jagakarsa

Polsek Jagakarsa akhirnya menerima laporan Azri (16) korban begal di depan SMAN 38 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung

Wartakotalive/Miftahul Munir
Polsek Jagakarsa akhirnya menerima laporan Azri (16) korban begal di depan SMAN 38 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat (16/9/2022) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA - Polsek Jagakarsa akhirnya menerima laporan Azri (16) korban begal di depan SMAN 38 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat (16/9/2022) malam.

Sebelumnya Polsek Jagakarsa sempat menolak laporan korban karena tidak membawa BPKB kendaraan sepeda motor Honda Beat yang dicuri saat membuat laporan.

Namun setelah kasus begal modus memukuli adik pelaku ini viral di sosial media, pihak kepolisian baru menerima laporan tersebut.

Azri menjelaskan, dirinya diminta datang oleh Satreskrim Polsek Jagakarsa untuk membuat laporan polisi.

Ia datang membawa sejumlah barang bukti seperti STNK sepeda motor, SIM dan kunci sepeda motor yang diberikan pelaku.

Baca juga: Korban Begal di SMA 38 Jakarta, Kapolsek Jagakarsa Bakal Cek TKP untuk Selidiki Pelakunya

"Alhamdulillah diterima laporannya, waktu malam kejadian itu ditolak, sekarang baru diterima," kata Azri Sabtu (17/9/2022).

Azri berharap sepeda motornya bisa segera ditemukan karena kendaraan tersebut milik orangtuanya yang ia pinjam sewaktu dibegal.

Pelajar SMA ini mengaku sudah menyerahkan barang bukti CCTV ke polisi yang menerima laporannya.

Akibat kejadian begal di depan SMAN 38 Jakarta, Azri harus mengalami kerugian sekira Rp 10 juta.

"Semoga pelakunya cepat ketangkap," tutur Azri.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Wahid saat dikonfirmasi tidak menjawab soal penerima laporan korban begal tersebut.

Sebagai informasi, Azri (16) korban begal sepeda motor dan Hp di Jalan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan sudah mendatangi kantor polisi pada Selasa (13/9/2022) malam.

Baca juga: Azri Sedih, Polsek Jagakarsa Tolak Laporan setelah Jadi Korban Begal di Lenteng Agung

Namun laporannya ditolak oleh Polsek Jagakarsa dengan alasan tidak ada surat BPKB sepeda motor Honda Beat.

Padahal ia sudah menyatakan ke aparat kepolisian BPKB nya hilang dan memiliki fotocopian serta menyerahkan STNK sepeda motornya.

"Alasannya karena harus ngurus BPKB dulu jadi ditolak laporannya," kata Azri Jumat (16/9/2022).

Azri mengaku, dirinya juga memegang barang bukti kunci sepeda motor palsu dan SIM dari pelaku begal.

Kini pelaja SMA kelas 12 itu bingung harus mengadu ke siapa lagi lantaran berharap polisi segera menangkap pelaku begalnya.

CCTV saat dirinya dibegal sangat menyorot ke wajah pelaku yang tidak mengenakan masker serta pelat nomornya jelas terlihat.

"Jadi saya belum laporan polisi, padahal CCTV saat saya dibegal itu ada," tuturnya.(m26)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved