Kriminal

Remaja Disekap 1,5 Tahun Dijual ke Pria Hidung Belang, Dijanjikan Sekolah Tinggi dan Beli Kendaraan

Mucikari inisial EMT ini juga menjanjikan akan menyekolahkan korban sampai ke perguruan tinggi dan dibelikan kendaraan.

wartakotalive.com, Ramadhan L Q
Remaja perempuan berinisial NAT (15), korban penyekapan hingga dijadikan pekerja seks komersial (PSK) kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (16/9/2022). Ia bersama sang ayah datang guna memberikan keterangan tambahan ke penyidik perihal kasus yang menimpanya itu. Hal itu dijelaskan kuasa hukum korban, Muhammad Zakir Rasyidin 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Remaja usia 15 tahun mengalami penyekapan hingga dijual ke lelaki hidung belang berinisial NAT tidak hanya dijanjikan mendapat uang banyak dan mempercantik diri.

Mucikari inisial EMT ini juga menjanjikan akan menyekolahkan korban sampai ke perguruan tinggi dan dibelikan kendaraan.

Kuasa hukum korban, Muhammad Zakir Rasyidin menjelaskan, kliennya disekap selama 1,5 tahun di aparteman kawasan Jakarta Barat.

"Jadi dari keterangan orangtua korban, dijanjikan uang banyak, dikuliahin sampai dibelikan kendaraan," tuturnya, Sabtu (17/9/2022).

Mendengar janji dari EMT itu, korban tertarik untuk bekerja tanpa mengetahui jenis pekerjaan yang bakal dijalaninya.

Baca juga: Remaja Disekap 1,5 Tahun di Apartemen Jakarta Barat, Dipaksa Layani Pria Hidung Belang

Setelah tinggal di Aparteman, para korban ini baru menyadari bahwa tubuhnya telah dijual ke lelaki hidung belang oleh EMT.

Setiap hari, korban belasan tahun tersebut harus melayani lelaki dan mendapatkan upah beberapa persen saja dari mucikari.

"Apa yang dijanjikan faktanya bohong, tarif sekali main itu Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu," ucapnya.

Sebelumnya, seorang remaja berinisial NAT (15) jadi korban penyekapan hingga dijadikan budak seks oleh EMT di aparteman kawasan Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Ayah korban berinisial MR (49) langsung membuat laporan ke Polda Metro Jaya ketika mengetahui anaknya disekap pelaku.

Baca juga: Razia 3 Hotel di Tangsel, Satpol PP Jaring Belasan PSK dan Pasangan Mesum

Kuasa hukum korban, M Zakir Rasyidin menjelaskan, EMT sempat bermanuver yaitu mengajak keluarga korban berdamai dengan tawaran uang Rp 120 juta.

EMT diduga sebagaj mucikari dan memaksa remaja belasan tahun itu melayani lelaki hidung belang.

"Tapi keluarga korban minta tetap diproses secara hukum sampai maju ke persidangan," ujarnya, Sabtu (17/9/2022).(m26)
 

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved