Pileg 2024

Anggota Tim Ahli Hukum Wantimpres Henry Indraguna Hadiri Tradisi Yaqowiyu di Klaten

Henry Indraguna menghadiri tradisi pembagian apem atau lebih dikenal dengan Saparan Apem Yaa Qowiyyu di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/9/2022). 

Istimewa
Anggota Tim Ahli Hukum Wantimpes Henry Indraguna Menghandiri Tradisi Yaqowiyu di Klaten di Klaten Jawa Tengah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tenaga Ahli Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan Perundang-undangan dan juga anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Henry Indraguna menghadiri tradisi pembagian apem atau lebih dikenal dengan Saparan Apem Yaa Qowiyyu di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (16/9/2022). 

Henry yang kembali pasang kuda-kuda maju sebagai bakal calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) V Jateng pada Pemilu Legislatif 2024, mengatakan tradisi ini memiliki filosofi akar sejarah yang kuat.

"Tradisi ini mengandung nilai-nilai yang dapat menjadi pedoman garis perjuangan bagi masyarakat dalam mengemban amanah. Nilai yang diajarkan Kyahi Ageng Gribig senantiasa menjadi nilai bagi kita, karena apem sendiri mempunyai filosofi akar sejarah yang kuat guna menjaga tradisi budaya dan warisan pahlawan bangsa," ujar Henry melalui pesan tertulis, Sabtu (17/9/2022). 

Baca juga: Inilah 3 Nama Calon PJ Gubernur DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Sebagai Pengganti Anies Baswedan

Kegiatan juga diwarnai dengan lantunan zikir dan sholawat oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta tausyiah oleh KH Agoes Ali Masyhuri tersebut. 

Kegiatan ini katanya mengandung nilai religiusitas dan dimensi kebudayaan yang tercermin dari penyampaian nilai-nilai keIslaman dengan unsur keadaban kepada masyarakat, sehingga dapat mendorong terciptanya masyarakat yang ramah, santun dan damai. 

“Kegiatan budaya andum apem merawat tradisi kebudayaan yang turun-temurun dalam rangka mengenang dan meneruskan tradisi Kyahi Ageng Gribig," kata Henry.

Tradisi Yaqowiyu ujarnya dilakukan setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. Kemudian masyarakat percaya bahwa kue apem Yaqowiyu dapat membawa kesejahteraan bagi mereka yang mendapatkannya. 

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini kemudian menjadi festival unggulan di Klaten. 

Bahkan, masyarakat di daerah sekitarnya seperti Boyolali, Solo, Sragen, hingga Yogyakarta datang ke Klaten untuk ikut festival atau tradisi Yaqowiyu. 

Tradisi andum apem sudah dimulai sejak 403 tahun lalu, namun untuk kegiatan kirab baru dilangsungkan sejak tahun 1985 seiring dengan bertambahnya jumlah peziarah di makam Kyahi Ageng Gribig.

Baca juga: Diprediksi Airlangga Hartarto dan Partai Golkar Memenangkan Ajang Pemilu 2024, Ini Hasil Survei INES

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved