Kenaikan Harga BBM

Usai Salat Jumat, 6.000 Petugas Gabungan Kawal Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Jabodetabek

Usai salat Jumat aksi demo menolak kenaikan harga BBM kembali terjadi di Jabodetabek. Ribuan petuga gabungan pun bakal menjaga ketat.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Miftahul Munir
Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Endra Zulpan menyatakan lebih dari 6.000 petugas gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi demo menolak kenaikan harga BBM seusai salat Jumat (16/9/2022). Alsi tersebar se-Jabodetabek. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa di beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya, Jumat (16/9/2022), sebanyak 6.000 lebih personel gabungan disiagakan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait adanya aksi unjuk rasa yang digelar hari ini.

"Kita siapkan pengamanan sebanyak 6.142 personel gabungan," tutur Zulpan saat dihubungi pada Jumat.

Sejumlah elemen yang menggelar aksi unjuk rasa dengan berbagai tuntutan itu tersebar di beberapa titik.

Mulai dari Gedung DPR/MPR, Patung Kuda, Balaikota DKI Jakarta, Kantor Bappenas, Kementerian ESDM.

Lalu di KPK, Kejagung RI, Kementerian PAN-RB, Kejari Jakut, Kantor Walikota dan Kejari Tangerang, Jalan Margonda Raya, serta Kantor Pemkot Bekasi.

Untuk di Gedung DPR/MPR, massa yang menggelar aksi antara lain Dewan Pengurus Nasional Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan (DPN FSB KIKES KSBSI).

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Membesar, Hari Ini Terjadi di Banyak Tempat

Ada juga Serikat Mahasiswa Nusantara (SEMAR-NUSANTARA), Komando Barisan Rakyat (KOBAR), dan Koordinator Pusat Gerakan Pemuda Solid (GPS).

Di Patung Kuda, ada Himpunan Mahasiswa Islam Cab. Jakarta Pusat-Utara dan Front Mahasiswa Papua Peduli Korban Kekerasan di Papua.

Di Balaikota DKI Jakarta, ada Greenpeace dan Jaringan Muda Merah Putih.

Untuk di Kantor Bappenas, yakni Koalisi Muslim Nasional (KOMUNAL).

Baca juga: Harga BBM Naik, AHY: Demokrat Tidak Boleh Pura-pura Menangis, yang Menangis Rakyat

Di Kementerian ESDM, ada Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Lentera Hijau Sriwijaya.

Di KPK ada Perhimpunan aktivis Sosial dan Anti Korupsi Indonesia (PAKSI); lalu di Kejagung RI ada Gerakan Pemuda Anoa Sultra Jakarta.

Kemudian di Kementerian PAN-RB ada Gerakan Aktivis Mahasiswa Milenial GAMM-UNINDRA; di Kejari Jakut ada Persatuan Mahasiswa dan Masyarakat Melawan.

Untuk di Kantor Walikota dan Kejari Tangerang, yakni LSM Aliansi Rakyat Banten (ARAK); di Jalan Margonda Raya ada Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (DPD GMPI) Kota Depok.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Sebanyak 2.000 Orang Berunjuk Rasa di 6 Titik Hari Ini

Terakhir di Kantor Pemkot Bekasi ada Gerakan Pemuda Menggugat (GPM).

Lebih lanjut, Zulpan meminta kepada massa aksi untuk tetap mengikuti peraturan yang berlaku.

Hal itu dilakukan supaya tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat yang lain.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved