Tidak Berikan Dampak Negatif Bagi Tubuh, Rencana Pelabelan BPA Dipertanyakan

Rencana pelabelan Biosphenol-A (BPA) pada air kemasan galon, dinilai tidak ada urgensi karena tidak ada dampak dan timbulkan mispersepsi ke masyarakat

thearborsassistedliving.com
Rencana pelabelan Biosphenol-A (BPA) pada air kemasan galon, dinilai tidak ada urgensi karena tidak ada dampak dan timbulkan mispersepsi ke masyarakat. (ilustrasi) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk merevisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, khususnya pelabelan Biosphenol-A (BPA) pada Air Kemasan Galon, dinilai tidak ada urgensinya bagi rakyat.

Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Nugraha mengatakan rencana pelabelan BPA ini akan menimbulkan mispersepsi pada konsumen.

“Padahal BPA kan ada dimana-mana tidak hanya di galon polikarbonat, ada di kemasan kaleng, bahkan di botol bayi, itu kan juga harus dilabeli semua,” ujarnya, berdasar keterangan tertulis, Jumat (16/9/2022).

Berdasarkan sebuah penelitian, kata Dr. Nugraha, kandungan BPA justru terbanyak ada pada kemasan makanan kaleng, dengan hampir 90 persen bahan enamel pada kaleng merupakan hasil polesan epoksi yang bahan bakunya adalah BPA.

Baca juga: Mantap Cerai, Roro Fitria Sering Terima Tindak Kekerasan hingga Trauma Sejak Dinikahi Andre Irawan

Upaya menetapkan aturan label BPA seperti ada membuat persepsi bahwa kemasan dengan label BPA free sudah aman. Seolah kemasan plastik lain di luar polikarbonat terkesan aman.

“Padahal belum tentu. Karena dari PET juga memiliki risiko dari kandungan yang lain, seperti dari kandungan acetaldehyde lalu etilen glikol, dan dietilen glikol,” paparnya.

Acetaldehyde sendiri telah diakui mengandung unsur karsinogenik (pemicu kanker). Karenanya, wacana pelabelan BPA kemasan Polikarbonat memberikan efek yang positif atau justru akan semakin membuat bingung masyarakat.

Dr. Nugraha juga menyampaikan kekhawatirannya jika rencana pelabelan ini tetap dilanjutkan, akan muncul praduga dari masyarakat bahwa BPOM mendukung salah satu pihak atau brand.

Baca juga: Konfederasi Nasional Relawan Anies Siap Perjuangkan Anies Baswedan Menang Capres 2024

“Mau tidak mau akan muncul situasi demikian,” imbuhnya.

Sementara Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. M. Alamsyah Aziz, SpOG (K), M.Kes., KIC mengatakan tidak ada gangguan janin karena ibu mengkonsumsi air mineral kemasan galon.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved