Berita Nasional

Kontribusi Kinerja BUMN Terhadap Pemasukan Negara Mencapai Rp 68 Triliun, Erick Thohir: Ada Kenaikan

Menteri BUMN Erick Thohir sebut kontribusi kinerja BUMN alami peningkatan, terhadap pemasukan negara selama tiga tahun terakhir mencapai Rp 68 triliun

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews/Naufal Lanten
Menteri BUMN Erick Thohir sebut kontribusi kinerja BUMN alami peningkatan, terhadap pemasukan negara selama tiga tahun terakhir mencapai Rp 68 triliun Foto: Menteri BUMN Erick Thohir 

WARTAKOTALIVE.COM - Tercatat selama tiga tahun terakhir, kontribusi kinerja BUMN alami peningkatan, terhadap pemasukan negara.

Peningkatan kontribusi BUMN terhadap pemasukan negara selama tiga tahun, diketahui sebesar Rp 68 triliun.

Hal ini jadi bukti Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan tajinya dalam mentransformasi sejumlah perusahaan BUMN.

Salah satu strategi jitu yang diterapkan Erick Thohir adalah menggabungkan sebanyak 108 perusahaan menjadi 41 perusahaan, lalu merampingkan 27 grup menjadi 12 grup.

Baca juga: Disukai Banyak Golongan Masyarakat, Pengamat Sebut Erick Thohir Berpotensi Maju di Pilpres 2024

Baca juga: Data Pribadi Diretas Bjorka, Erick Thohir Sebut Hacker Kurang Diapresiasi: Jangan Saling Menjatuhkan

Baca juga: VIDEO Erick Thohir Ajak Bjorka Kerjasama Jaga Siber Indonesia

"Hasilnya, kita bisa lihat, kontribusi BUMN kepada negara selama tiga tahun terakhir adalah Rp 1.198 triliun."

"Artinya dari jumlah itu, ada kenaikan Rp 68 triliun dibandingkan tiga tahun lalu sebelum pandemi."

"Kalau kita lihat buku laba bersih tahun ini juga terjadi kenaikan signifikan sekitar Rp 144 triliun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya" ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Kepiwaian Erick Thohir dalam menyehatkan BUMN juga bisa dilihat dari ratio utang BUMN-BUMN yang menurun.

Yakni dari semula 38 persen menjadi 35 persen.

Dalam komposisi yang lain, antara utang Rp 1.500 triliun dan modal yang diinvestasikan sekitaran Rp 4.200 triliun, terjadi defisit pada rasio utang.

Sehingga membuat perusahaan-perusahaan BUMN lebih sehat.

Menurut Erick Thohir, program ekonomi kerakyatan juga akan dapat mudah terealisasi.

Salah satunya mendorong merger PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian untuk mendukung UMKM sebagai ujung tombak.

"Jadi, basis ekonomi kerakyatan pembukaan lapangan kerja dan mendorong UMKM menjadi satu kesatuan dengan ekosistem yang benar."

"Kalau kita lihat data-datanya sekarang, PNM Mekaar ibu-ibu di beberapa desa yang pinjamannya Rp 1-4 juta, tingkat kemacetannya hanya 0,15 persen.

Bahkan saat Covid, jumlah nasabah bisa tumbuh 7,1 persen dari 5,6 persen.

Artinya, sekarang ada 12,7 juta nasabah PNM Mekaar di desa-desa.

Data-data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi BUMN ini valid" tutup Erick Thohir.

(Wartakotalive.com/CC)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved