Berita Tangerang

Warga Gelar Unjuk Rasa Segel Akses Jalan Padi Padi Picnic karena Dianggap Melawan Pemda Tangerang

Aksi tersebut mereka lakukan di dua titik lokasi meliputi depan jalan menuju akses Padi Padi Picnic dan Kantor Bupati Tangerang Tigaraksa.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Aksi demo warga di Pakuhaji memprotes tempat wisata. Warga setempat menilai pemilik Padi Padi Picnic sudah membangkang kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang tengah menegakan Peraturan Daerah (Perda). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Ratusan warga dari Forum Masyarakat Tangerang Utara (Formatur) berunjuk rasa menuntut tempat usaha Padi Padi Picnic di Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji, Kamis (15/9/2022).

Warga setempat menilai pemilik Padi Padi Picnic sudah membangkang kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang tengah menegakan Peraturan Daerah (Perda).

Aksi tersebut mereka lakukan di dua titik lokasi meliputi depan jalan menuju akses Padi Padi Picnic dan Kantor Bupati Tangerang Tigaraksa.

Nampak sejumlah personil aparat gabungan mengamankan jalannya menyampaikan aspirasi dimuka umum.

Kemudian, pada saat dititik pertama, terlihat tak sedikit pria berkulit hitam asal timur memantau di dalam area kawasan Padi Padi Picnic.

Selain berorasi menggunakan mobil komando dan spanduk ragam tuntutan, massa aksi sempat menyegel dengan seng spandek di lahan milik pemerintah menuju akses masuk Padi Padi Picnic.

Baca juga: DPRD Kabupaten Tangerang Sikapi Kisruh Padi Padi Picnic Pakuhaji

Hal tersebut merupakan simbolis rakyat yang geram dengan pembangkangan dari sang pemilik kepada dan proses hukum yang sedang berjalan di Polres Metro Tangerang Kota kasus perusakan portal dan papan peringatan aset pemerintah daerah.

Diketahui sebelumnya, beberapa pekan lalu pihak kepolisian sudah menetapkan 9 orang tersangka diduga melanggar Pasal 170 dan atau 406 Jo Pasal 55 KUHP.

Koordinator Aksi Said Kosim mengatakan penyegelan dari rakyat Pakuhaji lantaran pengusaha Padi Padi Picnic tidak ada kontribusi terhadap masyarakat sekitar dan juga terbukti melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Tangerang untuk tetap menegakan aturan yang berlaku. Dan kepada kepolisian untuk segera tangkap 9 orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka," ujar Said Kosim melalui siaran persnya, Kamis

Baca juga: Heboh Perusakan Portal, Karang Taruna Pakuhaji Dukung Pemerintah Tindak Tegas Tempat Wisata Bandel

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved