Berita Video

VIDEO: SMRC Ungkap Hasil Survei Capres Agustus 2022

Saiful menjelaskan berdasarkan format survei semi terbuka pada Maret 2021 sampai Agustus 2022, pergerakan suara Puan tidak signifikan, dari 0,5 persen

Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- PDI Perjuangan kemungkinan besar akan menang dalam kontestasi Pilpres 2024 apabila mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres).

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) selama Agustus 2022 bertajuk 'Siapa Calon Presiden PDIP 2024?'

Survei memunculkan data Ganjar unggul dan paling kompetitif sebagai Capres PDIP apabila dibandingkan dengan Puan Maharani.

"Data ini menunjukkan bahwa jika yang dicalonkan PDIP adalah Ganjar, harapan bagi PDIP untuk memenangkan Pilpres dan kembali memiliki presiden menjadi terbuka," kata pendiri SMRC Prof. Saiful Mujani seperti dikutip dari akun YouTube SMRC TV, Kamis (15/9/2022).

Saiful menjelaskan berdasarkan format survei semi terbuka pada Maret 2021 sampai Agustus 2022, pergerakan suara Puan tidak signifikan, dari 0,5 persen menjadi 1 persen.

Sementara Ganjar Pranowo bergerak dari 8,8 persen menjadi 25,5 persen. Prabowo dari 20 persen menjadi 16,7 persen, dan Anies Baswedan dari 11,2 persen menjadi 14,4 persen.

Menurut Saiful, kalau kondisinya seperti sekarang, berat bagi PDIP untuk mencalonkan Puan. Karena kalau Puan misalnya bersaing dengan Prabowo dan Anies, data survei menunjukkan Puan tertinggal jauh dan tidak kompetitif.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Booster di Indonesia Masih Rendah Dibandingkan Vaksinasi Primer, Ini Penyebabnya

“Persaingan itu (Puan melawan Prabowo atau Anies) tidak fair karena gapnya terlalu jauh. Kalau Puan harus maju dan PDIP memiliki target untuk menang, maka tantangannya akan sangat berat,” tegas Saiful.

Dalam simulasi tiga nama tanpa Ganjar, survei SMRC Desember 2021 sampai Agustus 2022 menunjukkan pergerakan suara Puan dari 10,1 persen menjadi 7,8 persen. Sementara Prabowo Subianto dari 40 persen menjadi 40,2 persen, dan Anies dari 28,1 persen menjadi 27,5 persen.

“Kalau Ibu Puan dipaksakan (untuk maju) dengan kondisi seperti ini, harapan PDIP untuk memiliki presiden lagi menjadi susah,” jelas Saiful.

Baca juga: PERINGATAN! Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ungkap Ada 64 RW di Ibu Kota yang Rawan Terjadi Kebakaran

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved