Berita Video

VIDEO : Jalan Menuju Rumah Pribadi Menhan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto Rusak Berat

Staf BPBD mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (14/9/2022) sekira pukul 11.15 WIB.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Alex Suban

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Bencana alam berupa pergeseran tanah terjadi di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/9/2022).

Kawasan ini terkenal sebagai rute gowes sepeda KM 0 dan jalur menuju rumah pribadi Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Simak Video Berikut :

Staf Kedaruratan dan Logistik (Ratik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (14/9/2022) sekira pukul 11.15 WIB.

"Pergeseran tanah terjadi akibat hujan tiga hari berturut-turut," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (15/9/2022).

Dampak dari pergeseran tanah tersebut, 12 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian rusak ringan satu unit, rusak sedang lima unit, rusak berat enam unit.

Akibatnya, 65 jiwa dari 15 KK terdampak, 13 diantaranya ialah balita, dan terdapat tiga orang lansia.

Baca juga: Jenderal Dudung Tahan Brigjen Junior di Rutan Militer usai Bela Warga Bojongkoneng Lawan Pengembang

Baca juga: Tak Jauh dari Rumah Prabowo Subianto, 18 Rumah Warga Desa Bojong Koneng Rusak Akibat Bencana Alam

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam mengatakan pergeseran tanah ini disebabkan karena intensitas curah hujan tinggi mengguyur wilayah Desa Bojong Koneng.

"Lokasi pergeseran tanah tepatnya terjadi di Kampung Curug RT 01/RW09, RT 01/RW 015, dan RT 02/RW 015," kata Adam, Kamis (15/9/2022).

Pergeseran tanah ini mengakibatkan beberapa rumah dan jalan rusak berat hingga memutus akses jalan warga.

"Ada 18 rumah yang rusak karena pergeseran tanah ini," ujarnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, setidaknya 20 kepala keluarga (KK) dengan total 75 orang terdampak bencana alam ini.

"Situasi belum kondusif. Ada 5 KK dengan 24 jiwa mengungsi. Lokasi pengungsian saat ini berada di Vila Roso, Kampung Curug RT 02/RW 09," jelas Adam.

Sementara untuk fasilitas umum yang rusak adalah akses jalan Kampung Curug yang terputus.

"Akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," ungkapnya.

Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat desa terus memantau pergerakan tanah.

"Struktur tanah masih labil. Khawatirnya kalau hujan bisa terjadi lagi pergeseran tanah," tandas Adam.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved