Berita Video

VIDEO Cegah TKI Ilegal, BP2MI Bentuk Satgas Sikat Sindikat

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, Satgas Sikat Sindikat tersebut dibentuk guna mencegah adanya penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, Tangerang - Badan Perlindungan Pemerja Migran Indonesia (BP2MI) membentuk satuan tugas (Satgas) nekat yang bermama Satgas Sikat Sindikat.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, Satgas Sikat Sindikat tersebut dibentuk guna mencegah adanya penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

Pasalnya dalam dua tahun terakhir, 95 persen dari 4.4.36 PMI yang berhasil dipulangkan ke Tanah Air baik dalam kondisi sakit ataupun meninggal dunia merupakan ilegal.

"Satgas Sikat Sindikat ini dibentuk untuk mencegah apabila terdapat dugaan lokasi yang dijadikan penampungan PMI ilegal dari masyarakat," ujar Benny Rhamdani dalam Focus Group Discussion PMI Merdeka dari Sindikat Ilegal di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (14/9/2022).

Benny menerangkan, Satgas Sikat Sindikat dari BP2MI itu memiliki sistem kerja dengan menyerupai kinerja badan intelejen.

Pasalnya, satgas tersebut harus dapat bergerak cepat ke berbagai wilayah di Indonesia terkait dengan penampungan PMI ilegal.

"Satgas Sikat Sindikat ini pastinya bekerja dengan senyap, karena satgas ini membutuhkan cara kerja intelejen dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia," kata dia.

Menurutnya, pembentukan Satgas Sikat Sindikat terbilang nekat dan kerap disebut sebagai satgas nekat.

Pasalnya, saat dibentuk satgas nekat tersebut tidak memiliki badan hukum yang resmi pada umumnya.

"Satgas ini dibentuk dengan prinsip filosofis serendah-rendahnya iman, karena daripada kita tidak melakukan sesuatu, tidak melakukan pencegahan, makanya dibentuk satgas nekat ini," tuturnya.

"Sebab kalau berharap dengan (lembaga pemerintahan) yang lain lama jadinya, akan ada diskusi, penyamaan visi dan lainnya, oleh karena itu akhirnya kami buat Satgas Sikat Sindikat, dengan hasil pencegahan tadi," terangnya.

Baca juga: Tak Jauh dari Rumah Prabowo Subianto, 18 Rumah Warga Desa Bojong Koneng Rusak Akibat Bencana Alam

Benny pun mengharapkan, pembentukan Satgas Sindikat dapat menjadi pemantik bagi lembaga pemerintahan lainnya untuk dapat serius menangani permasalahan PMI ilegal.

Sebab ia menilai, akan semakin anak bangsa yang dapat terselamatkan dari ancaman penempatan PMI secara ilegal apabila seluruh kementerian lembaga bersatu menanganinya.

"Mudah-mudahan Satgas Sikat Sindikat ini bisa menjadi trigger untuk lembaga lainnya agar melakukan hal yang sama," ucapnya.

"Kalau pencegahan ini dilakukan oleh 27 kementerian lembaga di Indonesia, pasti akan lebih banyak lagi anak-anak bangsa yang terselamatkan dari pemberangkatan tidak resmi itu," jelas Benny Rhamdani. (m28)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved