Tawuran di Underpass Manggarai Terjadi Akibat Saling Tantang Lewat Sosial Media

Aksi tawuran yang terjadi di kolong jembatan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan ada yang memprovokasi kedua belah pihak melalui media sosial.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Miftahul Munir
Tiga Pilar mendirikan tenda pos pantau untuk cegah tawuran di underpass Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, TEBET - Aksi tawuran yang terjadi di bawah kolong jembatan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan ada yang memprovokasi kedua belah pihak melalui media sosial.

Lurah Manggarai Arafat mengatakan, pelaku lakukan provokasi di sosial media instagram dan mengajak untuk bertemu atau tawuran di kolong jembatan tersebut.

"Misalnya nih, lu berani enggak sama  gue, kalau berani ketemu di kolong, terjadilah tawuran," tegasnya kepada Wartakotalive.com, Kamis (15/9/2022).

Tawuran yang terjadi pada Minggu (4/9/2022) lalu karena salah satu kelompok yang terlibat mendapat informasi hoax atau berita bohong.

Baca juga: Setahun Menikah, Andrea Irawan Merasa Kewalahan Jauhkan Roro Fitria dengan Hal Mistis

Saat itu salah satu kelompok ingin membalas dendam karena satu orang temannya menjadi korban begal oleh kelompok lawan.

Namun, setelah dikonfirmasi ketua RT dan RW tidak ada remaja atau pemuda yang menjadi korban pembegalan. Sehinggaia menyayangkan aksi tawuan ini karena ada orang yang sengaja membuat kegaduhan di wilayahnya.

"Makanya kami minta supaya diselidiki pelaku provokasinya, sekarang polisi lagi cari tahu ini," tuturnya.

Sebelumnya, Cegah tawuran di underpass Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Tiga Pilar mendirikan tenda pos pantau pada Kamis (15/9/2022) siang.

Baca juga: KPK Pastikan Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Formula E Jakarta 2022

Dari pantauan di lokasi, pos pantau itu terbuat dari tenda berukuran 3x3 meter dan ada tulisan "pos pantau Tiga Pilar Manggarai Polsek Tebet".

Namun, tidak ada penjagaan dari Tiga Pilar di siang hari ini, karena pos pantau itu baru aktif untuk antisipasi tawuran pada malam hari sampai pagi.

Lurah Manggarai, Arafat mengatakan, pihaknya pada Sabtu dan Minggu lalu telah memasang pos pantau untuk mencegah tawuran di hari libur kerja.

Tapi para pelaku justru menggeser hari tawuran menjadi Rabu (14/9/2022) dini hari dan tidak ada penjagaan dari aparat Tiga Pilar.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Sebanyak 2.000 Orang Berunjuk Rasa di 6 Titik Hari Ini

Oleh karena itu, pos pantau tersebut akan berdiri setiap hari supaya para pelaku tawuran ini mengurugkan niatnya menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Jadi kami bersama RT RW dan tokoh masyarakat sudah antisipasi tawuran di sana, tapi ini ada yang provokasi saja makanya terjadi lagi," tegasnya saat dihubungi Wartakotalive.com Kamis (15/9/2022).

Menurutnya, selama ini warga Manggarai yang hanya berbeda RW  itu terbilang akur dan tak pernah ada masalah atau bentrokan. 

Hal itu terbukti dari ketika perayaan 17 Agustus 2022 lalu, kedua kelompok ini membantu meramaikan acara perlombaan yang digelar pihak Kelurahan.

"Mereka kurang lebih kenal satu sama lain, ini aja yang provokasi saja intinya di sosial media makanya tawuran," tuturnya. (m26)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved