Kebakaran

PERINGATAN! Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ungkap Ada 64 RW di Ibu Kota yang Rawan Terjadi Kebakaran

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, tidak mengungkapkan secara rinci lokasi 64 RW di Jakarta yang rawan kebakaran.

Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Sigit Nugroho
warta kota/gilbert sem sandro
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta bersama Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia melakukan pemetaan daerah rawan kebakaran di Jakarta. 

Hasilnya, sebanyak 64 RW di Jakarta sangat berisiko rawan kebakaran

Meski demikian, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, tidak mengungkapkan secara rinci lokasi 64 RW tersebut.

Dari 2.731 RW, terdapat 400 RW lainnya yang tergolong sedang dan menengah. 

Baca juga: Kebakaran di Peternakan Ayam Kabupaten Bekasi, 4.000 Anak Ayam Mati Terbakar

Baca juga: Ahmad Riza Patria Sebut Rumah di Pemukiman Padat Penduduk Rawan Kebakaran

Baca juga: Alarm Berbunyi, ASN di Balai Kota Berhamburan Keluar Ikut Simulasi Kebakaran

"Kami lakukan kajian. Hasilnya ada 64 RW yang sangat berisiko rawan kebakaran," kata Satriadi di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Kamis (15/9/2022).

Satriadi mengungkapkan, sebuah RW masuk kategori rawan kebakaran apabila tidak memenuhi beberapa variabel, seperti kelengkapan pos pemadam kebakaran dan sistem keselamatan kebakaran lingkungan. 

Kemudian, tidak memiliki relawan, peralatan penanggulangan kebakaran, kondisi kepadatan penduduk, kondisi bangunan hingga aktivitas ekonomi yang dilaksanakan. 

"Memang dari pihak UI sudah menentukan variabel yang menentukan daerah itu rawan kebakaran dari klasifikasi yan, masing masing dari 22 variabel. Nah skor itu menyatakan rawan kebakaran atau tidak," jelas Satriadi.

BERITA VIDEO: Truk Tabrak Sedan Karena Rem Blong Saat Antre di SPBU Juanda Depok

Diketahui, terdapat 330 kasus kebakaran di Jakarta periode Januari-April 2022. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria usai mengikuti simulasi penanggulangan bencana kebakaran dan bencana alam di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat.

"Setidaknya sejak Januari sampai dengan April 2022, sudah ada 330 kebakaran di Jakarta," kata Ariza di lokasi pada Kamis (15/9/2022).

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa rumah padat penduduk rawan terjadi kebakaran

Oleh karena itu, Ariza meminta kepada masyarakat bersikap waspada ketika berinteraksi dengan api. 

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran di rumah seperti tidak sembarangan membuang puntung rokok, rutin memeriksa tabung gas, hingga bijak menggunakan listrik.

"Di Jakarta ini masih ada rumah-rumah yang padat dan berpotensi terjadi kebakaran yang disebabkan kompor gas, konseling listrik dan juga puntung rokok," ujar Ariza.

"Kami minta seluruh warga untuk waspada supaya hati hati dan tidak sembarangan lagi membuang puntung rokok maupun kebocoran gas, atau juga colokan listrik potensi konseling kabel kabel yang rawan," tutur Ariza.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved