Pilpres 2024

Pengamat: Tidak Elok Presiden Jokowi Turun Kelas Jadi Cawapres di Pilpres 2024

Wacana menduetkan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi sebagai capres/cawapres di Pilpres 2024 dianggap tak elok oleh pengamat.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Wacana duet Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi di Pilpres 2024 sebagai capres cawapres menuai kontroversi. Pengamat menilai itu ide gila yang sangat yidak elok. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jelang Pilpres 2024 mulai muncul wacana nyeleneh, menduetkan Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres dan cawapres.

Mengingat Presiden Jokowi sudah dua periode jadi orang nomor satu di republik ini, maka menjadi cawapres diperbolehkan oleh aturan yang ada.

Wacana ini digaungkan oleh pendukung setia kedua tokoh itu, dan direstui oleh sejumlah elit partai.

Akan tetapi, menurut pakar hukum tata negara Feri Amsari, jika terwujud hal itu sangat tidak elok.

Menurut, sejumlah persoalan akan muncul jika Presiden Jokowi menjadi wakil presiden pada 2024.

"Jadi tidak elok, tatanan negara dirusak oleh tradisi ini jika kemudian seorang presiden mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden," kata Feri kepada Kompas.com, Rabu (14/9/2022).

Dalam tradisi ketatanegaraan, kata Feri, tidak lumrah orang yang pernah menjadi presiden lantas menjabat wakil presiden.

Sebab, menjadi presiden berarti telah mencapai puncak karier tertinggi dalam bernegara, yaitu sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Sementara itu, kedudukan wakil presiden merupakan orang nomor dua.

Baca juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Dinilai Masih Berpeluang Besar Memenangkan Ajang Pilpres 2024

Menurut Feri, orang yang sudah pernah menjabat sebagai presiden, apalagi dua periode, akan kehilangan marwahnya jika kemudian menjadi wakil presiden.

"Perlu diingat, dalam tradisi sistem presidensial bahwa presiden yang tidak lagi menjabat setelah dua periode, dia selalu dipanggil sebagai presiden. Tidak ada mantan presiden," ujar Feri.

"Jadi kan aneh kalau kemudian seorang presiden kemudian mencalonkan diri menjadi wakil presiden, merusak marwahnya," imbuh Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas itu.

Selain itu, lanjut Feri, Undang-Undang Dasar 1945 secara tersirat melarang presiden yang sudah menjabat dua periode mencalonkan diri sebagai wapres.

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Kecil Harapan Bisa Memenangkan Ajang Pilpres 2024, Ini Penyebabnya

UUD memang tak mengatur secara gamblang bahwa presiden yang sudah menjabat dua periode dilarang mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved