Napoleon Bonaparte: Apa yang Saya Lakukan Tahun Lalu Ada Dampaknya, Enggak Ada Lagi Penista Agama

Polisi jenderal bintang dua ini mengakui bahwa perbuatannya terhadap M Kace adalah tindakan yang berisiko.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Mario Christian Sumampow
Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penganiayaan terhadap M Kece, divonis 5 bulan 15 hari penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus penganiayaan terhadap M Kece, divonis 5 bulan 15 hari penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022).

Polisi jenderal bintang dua ini mengakui bahwa perbuatannya terhadap M Kace adalah tindakan yang berisiko.

Namun menurut dia, hal itu dilakukan karena M Kece melakukan provokasi menistakan Agama Islam.

Baca juga: 95,83 Persen Parpol Calon Peserta Pemilu 2024 Belum Memenuhi Syarat, Ini Penyebabnya

"Saya penegak hukum kok, paham risiko itu saya ambil, karena yang paling penting enggak ada lagi penista agama yang melakukan aksinya."

"Enggak ada lagi dan terbukti, apa yang saya lakukan tahun lalu ada dampaknya. Enggak ada lagi yang muncul. Harus begitu. Harusnya pemerintah yang turun, bukan saya," paparnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman 5 bulan 15 hari kurungan penjara kepada Irjen Napoleon Bonaparte, dalam perkara penganiayaan terhadap M Kece.

Baca juga: Wacana Jokowi Jadi Cawapres 2024, Partai Demokrat: SBY Ditawarkan Tiga Periode Tegas Menolak

Vonis terhadap Irjen Napoleon itu dibacakan hakim ketua Djuyamto, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022).

“Mengadili, menyatakan Irjen Polisi Napoleon Bonaparte telah terbukti secara sah dan meyakinkan, beserta rombongan, melakukan tindak pidana penganiayaan dan penganiayaan secara bersama-sama."

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte dengan pidana penjara selama 5 bulan dan 15 hari,” kata Djuyamto membacakan vonis.

Napoleon dinyatakan bersalah melanggar pasal 351 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, dan pasal 351 ayat (1) KUHP.

Napoleon sebelumnya dituntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). (Naufal Lanten)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved