Berita Video

VIDEO SPBU Walahar Karawang Disita Bareskrim Polri, Ada Apa?

 SPBU di Kabupaten Karawang, Jawa Barat disita Dittipideksus Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penipuan-penggelapan dan pencucian uang

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG----- SPBU 34.413.38 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat disita Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penipuan-penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada Rabu (14/9/2022).

Hal itu diketahui setelah petugas berpakaian rapi dengan kalung identitas tergantung di leher memasang spanduk besar ruko samping SPBU tersebut.

Isi spanduk bertuliskan "Berdasarkan, Penetapan Pengadilan Negeri Karawang, Nomor : 267/Pen.Pid/2022/PN Kwg tanggal 6 September 2022. Tanah dan Bangunan Ini Disita Oleh Dittipideksus Bareskrim Polri

Kegiatan penyitaan itu mengundang perhatian sejumlah pengendara yang hendak mengisi bahan bakar ke dalam area SPBU. Pengendara juga sempat ragu-ragu. Namun beberapa orang yang berada SPBU termasuk petugas kepolisian menjelaskan operasional pengisian bahan bakar tetap berjalan

Menurut informasi yang diterima, SPBU tersebut diduga lahannya milik mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, berinisial IS dan istrinya EK yang terjerat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca juga: Usut Dugaan Pencucian Uang, Bareskrim Blokir 843 Rekening Terkait Empat Tersangka Kasus ACT

Sementara itu Ketua BPD Desa Walahar Sihabudin mengaku tidak mengetahui adanya penyitaan aset di wilayahnya tersebut.

"Saya juga engga tahu. Baru dengar tadi, saya tanya ke Pemerintah Desa katanya memang tidak ada tembusan, " katanya.

Sihabudin mengungkapkan, keberadaan SPBU Walahar tersebut memang sudah lama di wilayahnya. Namun sempat tidak aktif cukup lama sekali. Lalu sekitar tahun 2016- 2017-an, SPBU tersebut mulai aktif kembali.

Baca juga: Buron Empat Bulan, Terpidana Kasus Pencucian Uang Harry Suganda Ditangkap Kejari Jakarta Utara

"Kalau SPBU, yang saya tahu memang sudah lama ada. Tetapi kemudian sempat tidak aktif kembali. Ya cukup lama juga, sekitar Tahun 2016 atau 2017an itu mulai aktif kembali, " katanya.

Sementara, pihak Dittipideksus Bareskrim Polri yang berada di lapangan saat melakukan penyitaan tidak ada yang memberikan keterangan. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved