Berita Nasional

Sempat Dibantah Dispenad, Ternyata Jenderal Dudung yang Instruksikan Prajurit Kecam Effendi Simbolon

Dudung menegaskan agar prajurit TNI AD harus menjadi petarung, jagoan, dan tidak menjadi ayam sayur.

Editor: Feryanto Hadi
Koalse foto Instagram
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Effendi Simbolon mempertanyakan isu hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang disebut kurang harmonis. Hal itu dikatakan Effendi dalam rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menhan RI, Panglima TNI, KSAD, KSAL dan KSAU di DPR, Senin (5/9/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA -Dalam beberapa hari terakhir, viral di media sosial video kecaman dari prajurit maupun perwira TNI Angkatan Darat.

Mereka memprotes bahkan mengecam tindakan Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan.

Effendi menyebut itu lantaran menilai ada sesuatu yang kurang harmonis antara KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Dalam salah satu video yang beredar berdurasi 22 detik, tampak seorang prajurit TNI bersama sejumlah prajurit lainnya, meminta klarifikasi Effendi terkait pernyataannya.

Baca juga: Jenderal Dudung Perintahkan Anggotanya Kecam Effendi Simbolon, Connie Rahakundini: Saya Sedih

"Hai Effendi Simbolon, apa maksud Saudara mengatakan TNI seperti gerombolan, lebih-lebih dari ormas?"

"Kami tidak terima. Jangan adu domba TNI. TNI tetap solid. Kami tunggu klarifikasi anda. Bravo TNI!" kata prajurit dalam

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari sempat menanggapi video dan pernyataan dari beberapa prajurit TNI, terkait pernyataan Effendi Simbolon.

Pernyataan Effendi yang dimaksud disampaikan pada saat rapat Komisi I DPR bersama jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan pada 5 September 2022.

Hamim mengatakan, saat ini siapapun bisa menyampaikan dan mengakses apa pun melalui media sosial.

Baca juga: Dianggap Menyinggung TNI AD, Pesan Maaf Effendi Simbolon Tidak Dibalas Dudung Abdurachman

"Tetapi saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," kata Hamim ketika dihubungi Tribunnews, Selasa (13/9/2022).

Ia menduga video dan pernyataan yang beredar di media sosial tersebut merupakan reaksi spontan, baik dari prajurit maupun masyarakat.

"Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," papar Hamim.

Berdasarkan pantauan Tribunnews pada Selasa (13/9/2022), beredar video di media sosial berisi pernyataan sejumlah prajurit TNI yang tidak terima atas pernyataan Effendi.

Beredar video KSAD dudung ajak kecam Effendi Simbolon

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved