Berita Regional

Nasib Abdul Saleh, Kepsek Itu Kini Jadi Tersangka buntut Gampar Siswanya yang Terlambat Ikut Apel

Polisi menetapkan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Buru Selatan, Maluku, Abdul Saleh Souwakil, sebagai tersangka kasus penganiayaan

Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews.com
Ilustrasi pemukulan. Seorang kepala sekolah di Maluku menjadi tersangka akibat menggambar siswanya 

WARTAKOTALIVE.COM, MALUKU-- Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Buru Selatan, Maluku, Abdul Saleh Souwakil kini harus berurusan dengan persoalan hukum.

Dia dilaporkan orang tua siswa buntut insiden pemukulan yang terjadi di sekolah.

Niat Saleh memberikan efek jera kepada siswanya, berbuntut apes baginya.

Kini ia terancam hukuman penjara.

Polisi menetapkan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Buru Selatan, Maluku, Abdul Saleh Souwakil, sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

Baca juga: Kak Seto: Tradisi Jeres Menjadi Alasan Adanya Pemukulan Siswa SMAN 70 Pada Adik Kelas

Saleh diduga melakukan penganiayaan terhadap tiga siswanya, salah satu dari mereka pingsan akibat penganiayaan tersebut.

Penyidik menetapkan Saleh sebagai tersangka setelah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi korban, AS.

“Terduga pelaku penganiayaan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buru Selatan, AKBP Agung Gumilang saat dikonfirmasi dari Ambon, Rabu (14/9/2022), dikutip Warta Kota dari Kompas.com.

Baca juga: Sopir Angkot Cicurug Sukabumi Nekat Keroyok Anggota TNI, Netizen : Auto Jadi Ayam Penyet

Menurut Agung, saat ini penyidik telah melengkapi berkas perkara kasus tersebut dan telah melimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Jika jaksa menyatakan berkas tersebut telah lengkap atau P21, maka kasus tersebut akan segera ditangani oleh pihak kejaksaan.

“Saat ini berkas tinggal menunggu P21 dari jaksa,” Agung.

Baca juga: Deolipa Yumara Berharap Sidang Kedua Tidak Dihadiri Tergugat Hingga Bisa Jadi Pengacara Bharada E

Kronologi 

Untuk diketahui, Abdul Saleh Souwakil diduga menganiaya tiga orang siswanya hanya karena masalah sepele.

Saleh menggampar tiga siswanya lantaran terlambat mengikuti apel karena masih memakai sepatu.

Insiden penganiayan itu terjadi tepat di hamanan sekolah pada 29 Agustus 2022, saat apel pulang sedang berlangsung.

Akibat penganiayaan itu, korban berinisial AS langsung jatuh pingsan setelah digampar di bagian kepala.

Pihak keluarga yang tidak terima dengan kejadian itu kemudian melaporkan perbuatan kepala sekolah ke polisi untuk diproses hukum.

Artikel ini tayang di Kompas.tv

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved