Breaking News:

Korban Tewas Kebakaran Rumah Mewah di Cipayung Ternyata Ingin Bangun Pesantren

S (40), korban tewas akibat kebakaran rumah mewah dua lantai di Jalan Asyafiyah, Cipayung, Jakarta Timur, ada keinginan untuk membangun pesantren.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Cahyo, adik korban tewas akibat kebakaran sebuah rumah mewah di Jalan Asyafiyah RT 007 RW 003 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (14/9/2022) menceritakan kakaknya S (40) ada keinginan membangun pesantren semasa hidupnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG - S (40), korban meninggal dunia akibat kebakaran sebuah rumah mewah dua lantai di Jalan Asyafiyah RT 007 RW 003 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, ada keinginan membangun pesantren semasa hidupnya.

Hal itu disampaikan Cahyo, adik kandung S, bahwa keinginan kakaknya itu memang sudah diketahui juga dari keseluruhan keluarganya. Namun nahas, hingga S meninggal dunia, keinginan itu tidak bisa dicapainya.

"Niatnya mau resign dulu dari kerjaannya, baru mau buat pondok pesantren," kata Cahyo, Rabu (14/9/2022).

Akan tetapi, pihak keluarga juga mengungkapkan akan berusaha merealisasikan impian anak kedua dari lima bersaudara tersebut.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Sisir Gedung yang Tidak Memenuhi Standar untuk Antisipasi Kebakaran

"Insyallah kita akan usahakan, karena itu amanah," tutur Cahyo.

Cahyo juga menambahkan, sebelum S meninggal dunia, sekira terhitung satu minggu terakhir memiliki perilaku yang berbeda dari biasanya.

S diketahui nampak kerap salat berjamaah di masjid dekat rumahnya dan berbeda dari hari sebelumnya yang hanya melaksanakan ibadah di kediamannya.

"Ke masjid untuk salat jamaah, sering dia (S)," pungkasnya.

Baca juga: 200.000 Produk Eiger dari Shopee dan TikTok Hangus Terbakar Akibat Kebakaran Gudang

Sebelumnya sebuah rumah mewah dua lantai di Jalan Asyafiyah RT 007 RW 003 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (14/9/2022) hangus terbakar. 

Akibat dari kejadian tersebut, pemilik rumah S (40) meninggal dunia saat berusaha melindungi sang istri TM (40) dan satu anaknya S (6) yang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

"Dugaan kebakaran tersebut karena korsleting arus listrik yang terjadi di bagian ruang keluarganya," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, saat dikonfirmasi Rabu (14/9/2022).

Setelah terbakar, api kemudian menyambar sofa dan meja yang terdapat di ruang keluarga tersebut. "Asap berasal dari ruang keluarga, dari meja dan sofa," lugas Gatot.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, nampak pada bagian lantai dua rumah tersebut hangus total. Bagian stop kontak, dan sofa yang tersambar juga terlihat hangus terbakar.

Baca juga: Lindungi Anak dan Istri, Seorang Penghuni Rumah Mewah di Cipayung Tewas saat Kebakaran

Saat membantu para korban untuk dievakuasi, warga sekitar sempat memecahkan kaca yang berada di lantai dua rumah tersebut.

"Saat membantu, warga berinisiatif menyelamatkan korban untuk berjalan ke dalam rumah dengan memecahkan kaca," tutur Gatot.

Ketika warga berhasil masuk ke dalam rumah, S nampak ditemukan tengah dalam keadaan telungkup melindungi SS dan TM. Kebakaran itu dilaporkan terjadi sekira pukul 03.30 WIB, dan api muncul dari lantai dua rumah korban.

Setelah penyelamatan korban yang dilakukan lebih kurang 15 menit untuk keluar rumah, dilanjutkan dibawa ke rumah sakit terdekat. Sebabnya, para korban mengalami luka di lengan, dan juga sesak napas akibat kepulan asap dari kebakaran tersebut.

Lebih kurang 30 menit perjalanan ke rumah sakit dari rumah yang terbakar, kemudian selisih lebih kurang 13 menit, nyawa S tidak tertolong, dan divonis meninggal dunia, namun TM da SS Masih mendapatkan perawatan intensif. m37

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved