Pilpres 2024

Jokowi Digoda Dampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Pengamat: Wibawa Bisa Hancur!

Kini muncul wacana menduetkan Prabowo Subianto dengan Jokowi di Pilpres 2024 oleh pendukung kedua tokoh itu.

Editor: Valentino Verry
Instagram
Duet Prabowo Subianto dan Jokowi di Pilpres mulai muncul. Ide nyeleneh ini digaungkan oleh pendukung kedua tokoh itu. Mereka ingin Jokowi jadi cawapres mendampingi Prabowo di Pilpres 2024. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini pendukung setia Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan ide nyeleneh, yakni memasangkan orang nomor satu di republik ini dengan Prabowo Subianto saat Pilpres 2024.

Sesuai aturan memang tak ada larangan bagi Jokowi untuk Kembali maju menjadi cawapres.

Akan tetapi, jika dipaksakan dan Jokowi mengamini keinginan pendukung setianya, harga diri menjadi taruhan.

Saat ini telah beredar sejumlah nama potensial menjadi capres, cawapres di Pilpres 2024.

Seperti nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tentu, wacana menduetkan Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024 akan mendapat respons dari sejumlah kalangan.

Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut, memang tidak ada aturan yang melarang soal presiden yang menjabat dua periode, maju kembali sebagai Cawapres.

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Kecil Harapan Bisa Memenangkan Ajang Pilpres 2024, Ini Penyebabnya

Namun, Dedi menyoroti bahwa wibawa Jokowi akan terganggu, termasuk elit-elit parpol lain.

"Sekaligus wibawa tokoh elit politik dan partai politik, karena kita tidak kekurangan tokoh sekaligus pemilih yang masih loyal," kata Dedi kepada Tribun Network, Selasa (13/9).

Dedi pun menyindir pihak-pihak yang menggaungkan wacana pencapresan Prabowo-Jokowi atau mengusulkan presiden tiga periode sebagai pihak yang tengah mencari pekerjaan.

"Sangat jelas dalam rangka mencari pekerjaan, bukan dalam konteks memikirkan bangsa ini ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Sempat Nyatakan Siap Maju di Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Saya Masih Kader Gerindra

Deni menilai, dalam sisi politis, wacana majunya Prabowo-Jokowi akan mempertajam polarisasi di masyarakat.

Karena loyalitas dan gerakan politik relawan dua tokoh ini cukup agresif. Termasuk juga sebaliknya kelompok kontra keduanya juga sama kuatnya.

"Sehingga potensi menghidupkan kembali konflik di masyarakat, dan belum tentu menang," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved