Partai Politik

Jabat Plt Ketua Umum PPP Sekaligus Wantimpres, Mardiono Bakal Lapor Jokowi

Mardiono wajib melaporkan kepada Jokowi, karena saat ini ia menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Editor: Yaspen Martinus
HO
Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono bakal melaporkan jabatan barunya di partai berlambang kakbah tersebut, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono bakal melaporkan jabatan barunya di partai berlambang kakbah tersebut, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengaku telah meminta waktu untuk bertemu Jokowi.

“Ya saya sudah minta waktu dengan Pak Presiden,” kata Mardiono, Selasa (13/9/2022).

Mardiono wajib melaporkan kepada Jokowi, karena saat ini ia menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Kami sudah minta waktu untuk melaporkan tentang perihal jabatan saya sebagai anggota Wantimpres, karena saya sedang diberi amanah sebagai plt ketua umum, saya berkewajiban untuk lapor sebagai anggota Wantimpres,” tuturnya.

Nantinya, kata Mardiono, ia akan menjalankan arahan yang disampaikan Presiden terkait jabatan barunya tersebut.

Berdasarkan UU 19/2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden, anggota Wantimpres tidak boleh merangkap jabatan sebagai pimpinan partai politik.

Tunggu Instruksi

Terkit rangkap jabatannya tersebut, Mardiono mengatakan menunggu kebijakan Presiden Jokowi selanjutnya.

"Tentu saya berkewajiban melaporkan, menyampaikan kepada Bapak Presiden atas jabatan saya."

"Nanti tergantung arahan Presiden seperti apa,” tuturnya saat ditemui di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (12/9/2022) sore.

Baca juga: Ajudan Ferdy Sambo Punya Rekening Gendut, Diduga Cuma Dipinjam Nama oleh Putri Candrawathi

Alasan dirinya masih menunggu instruksi Presiden Jokowi, adalah karena ia sadar tak punya wewenang, karena rangkap jabatannya berada dalam ruang yang berbeda.

“Kalau jabatan itu kan beda ruang. Kalau jabatan saya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu ada di ketatanegaraan."

"Jabatan saya ini (ketum) ada di ruang politik, itu di ruang yang berbeda.”

Baca juga: Khawatir Tembak Kuwat Maruf, Bripka Ricky Rizal Sempat Sita Senjata Api Brigadir Yosua di Magelang

“Karena saya menjadi anggota Wantimpres, sebagai pejabat negara saya disumpah, saya harus tunduk dan patuh kepada perundangan-undangan."

"Insyallah saya akan tunduk dan patuh pada perundang-undangan atas arahan dari Presiden,” paparnya. (Taufik Ismail/Mario Christian Sumampow)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved