Ada Isu Alergen, ABC Tegaskan Komitmen Kepatuhan Standar Keamanan Pangan

PT Heinz ABC Indonesia (ABC) menegaskan pihaknya memiliki komitmen terhadap kepatuhan standar keamanan pangan termasuk penggunaan alergen pada produk.

Istimewa
PT Heinz ABC Indonesia (ABC) menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen terhadap kepatuhan standar keamanan pangan termasuk penggunaan alergen pada sebuah produk. (ilustrasi kecap dan saus) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Heinz ABC Indonesia (ABC) menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen terhadap kepatuhan standar keamanan pangan termasuk penggunaan alergen pada sebuah produk.

Quality Technical Service Lead Kraft Heinz Indonesia—Papua Nugini, Emerensiana Adi Dhae mengatakan pihaknya ada Global Food Allergen Policy yang selalu menjadi acuan.

Hal tersebut dilakukan dalam pemilihan material, formulasi, termasuk aturan pencantuman bahan baku, nilai gizi, serta kandungan alergen pada sebuah label kemasan.

“Penerapan kebijakan ini menjadi hal penting untuk memastikan seluruh bahan pangan yang digunakan terkomunikasikan secara transparan kepada konsumen,” ucapnya, berdasar siaran tertulis, Rabu (14/9/2022).

Head of R&D, Kraft Heinz Indonesia-Papua Nugini Indra Ishak mengatakan seluruh bahan baku serta bahan tambahan pangan (BTP) pada produk ABC sesuai dengan aturan yang berlaku di setiap lokasi produksi dan pemasaran.

Baca juga: Bungasari Hadirkan Sajian Praktis dengan Tepung Premix di ABC Cooking Studio

“BTP di dalam produk pangan ditujukan untuk mempengaruhi sifat pangan, seperti halnya Sodium Benzoat, yang umum digunakan untuk menjaga ketahanan produk selama proses penyimpanan dan pemasaran di toko,” jelasnya.

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS mengungkapkan alergen adalah bahan pangan atau senyawa yang menyebabkan reaksi alergik pada individu tertentu yang memiliki hipersentivitas terhadap senyawa tersebut.

Bahan pangan ini sangat umum ditemukan pada produk pangan olahan atau pangan segar seperti telur dan ikan, krustase, kacang, hingga sulfur dioxide yang lazim ditemukan di buah-buahan.

“Selama penggunaannya tidak melebihi ambang batas yang ditentukan lembaga yang berwenang dan keberadaannya dikomunikasikan dengan jelas, produk tersebut aman dikonsumsi,” ujarnya.

Baca juga: Salurkan 120.000 Paket Donasi Ramadan, ABC Ajak Masyarakat Semangat Berbagi Kebaikan

Hal senada juga disampaikan oleh Badan POM RI ketika menanggapi isu bahan alergen pada produk ABC seperti diungkapkan dari laman resmi Badan POM RI (www.pom.go.id).

Berdasar evaluasi keamanan dan mutu, produk-produk ABC telah mendapat izin edar BPOM dan mengikuti aturan label kemasan yang berlaku termasuk pencantuman informasi alergen dan Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Lebih jauh dijelaskan keberadaan alergen (dalam hal ini sulfit) tidak menimbulkan isu keamanan pangan pada konsumen secara umum, kecuali yang memiliki riwayat alergi.

Sebelumnya ramai pemberitaan Singapore Food Agency (FSA) atau Badan Keamanan Pangan Singapura menarik kecap dan saus ABC dari pasaran karena menilai adanya alergen atau pemicu alergi dalam dua produk tersebut.

Sumber: Warta Kota
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved