Tempat Hiburan Malam

Ternyata Tempat Hiburan Malam Tidak Boleh Ada di Kabupaten Bekasi, Semuanya Akan Ditutup Segera

Kebijakan aneh Pemkab Bekasi ternyata tidak memperkenankan adanya tempat hiburan malam (THM) di wilayahnya, sesuai Perda.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com
Penertiban tempat hiburan malam oleh 3 pilar dari unsur Pemkab Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi ternyata melarang adanya tempat hiburan malam di wilayahnya sesuai Perda. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Meski sudah beroperasi bertahun-tahun, Pemerintah Kabupaten Bekasi baru mengakui bahwa semua tempat hiburan malam (THM) di wilayahnya yakni tercatat ada 80 tempat atau lokasi, mulai dari karaoke, diskotik, lounge, kafe, bar dan lainnya ternyata melanggar aturan atau tak sesuai Perda.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi Deni Mulyadi menerangkan bahwa hingga kini tak ada peraturan daerah (perda) di wilayahnya yang memperbolehkan untuk membuka usaha tempat hiburan malam (THM).

Ini artinya hiburan malam apapun di Kabupaten Bekasi menurut Deni tidak boleh ada. Sebuah kebijakan yang aneh bagi suatu wilayah berkembang.

Hal tersebut katanya tertuang dalam Perda Kepariwisataan Nomor 3 tahun 2016, dalam Pasal 47 ayat 1 mengenai larangan beroperasinya tempat usaha yang bertentangan dengan norma agama dilarang.

"Terkait THM, kami mengacu pada Perda 3 tahun 2016 tentang Kepariwisataan, sudah jelas di sana pasalnya. Yang mereka lakukan kegiatan THM itu melanggar Pasal 47," kata Deni saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2022).

Meskipun tempat hiburan malam itu hanya musik tanpa minuman keras dan tak ada prostitusi, berarti menurutnya itu tetap dilarang.

Baca juga: Jaringan Ekstasi Internasional Punya Kurir Berbeda, Targetnya ke Tempat Hiburan Malam Jakarta

Berdasarkan kebijakan aneh itu, Deni menegaskan akan menutup semua THM yang masih beroperasi di Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari tupoksi Satpol PP untuk menegakkan perda, meskipun tempat hiburan hanya cafe atau resto dengan musik live tanpa menjual minuman keras dan tanpa ada praktek prostitusi.

Keputusan akan menghajar semua tempat hiburan malam di Kabupaten Bekasi, ternyata karena salah satu THM belum lama ini viral di media sosial dengan memperlihatkan sejumlah pemandu lagu mengenakan seragam SMA.

Meskipun ada pesta selebriti di Jakarta yang dresscodenya adalah baju SMA, hal itu dianggap Deni melanggar norma.

Baca juga: Pemkot Bekasi tak Mau Kecolongan Seperti Holywings, Cek Izin Seluruh Tempat Hiburan Malam

"Kami sudah panggil pemilik, minta keterangannya dan buatkan surat teguran pertama. Sore kemarin kami terbitkan surat teguran kedua, kemudian ada teguran ketiga, lalu ada surat pemberitahuan surat kosongkan gedung untuk ditutup. Sanksinya tutup permanen, tegas. Pak Bupati pun minta agar kami lanjutkan prosesnya. Harus ditutup," katanya.

Setelah menutup THM tersebut, Deni mengatakan akan memprotes THM lainnya yang melanggar aturan. Terdapat kurang lebih 80 THM yang beroperasi di seluruh Kabupaten Bekasi.

"Selama perda itu belum direvisi, berarti semua THM akan dikenakan sanksi. Kalau kemarin kami tutup konteksnya karena pelanggaran PPKM, karena darurat. Kami sudah rapatkan itu. Ada 80 THM di Kabupaten Bekasi," ucap Deni. (Abs)
 
 
 
 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved