Kesehatan

94,7 Persen Penduduk Indonesia Masih Asal-Asalan Menyikat Gigi, Begini Cara yang Benar

Data Riskesdas 2018 menyebutkan 94,7 persen orang Indonesia sudah sikat gigi, tapi hanya 2,8 persen yang sudah menyikat gigi secara tepat.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Usman Sumantri (jas biru), foto bersama dalam acara konferensi pers peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2022 sekaligus peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2022: Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia di Plaza Utara, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, SENAYAN - Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari yakni saat setelah sarapan dan sebelum tidur merupakan cara yang paling dasar untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut. Namun sayangnya, ternyata masih banyak orang yang belum paham terkait menyikat gigi yang baik dan benar.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Usman Sumantri menyampaikan, berdasarkan dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan, dari 94,7 persen penduduk di Indonesia sudah memiliki perilaku menyikat gigi setiap hari, hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan cara yang tepat.

“94,7 persen orang Indonesia sudah sikat gigi, masalahnya untuk menyikat gigi yang baik dan benar itu hanya 2,8 persen. 94,7 persen sudah menyikat gigi tapi masih asal-asalan aja nyikat giginya itu banyak. Nah ini jadi masalah,” ungkapnya saat konferensi pers memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) 2022 sekaligus peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2022: Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia di Plaza Utara, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Bahkan, lanjut drg. Usman ada juga permasalahan lainnya berupa kebiasaan memakai satu sikat gigi untuk dipakai oleh beberapa anggota keluarga.

“Jangan kaget ya, itu ada. Bahkan, masyarakat di perkotaan masih ada, satu sikat gigi dipakai beberapa anggota keluarga,” ungkap drg. Usman.

Gosok gigi sesuai anjuran

Ia kembali mengatakan, sesuai anjuran, gosok gigi dilakukan minimal dua kali dalam sehari yakni setelah sarapan dan sebelum tidur.

"Satu kali menyikat gigi setelah sarapan, jadi jangan mandi sikat gigi kemudian sarapan itu terbalik. Harusnya mandi, sarapan, sikat gigi baru berangkat, jangan terbalik, karena 8 jam sudah terjadi asam di permukaan gigi," ujar drg. Usman.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang masih kurang paham cara menggosok gigi yang benar.

"Minimal itu 2 menit. 20 detik setiap rongga mulut, bersihkan menyeluruh dan jangan lupa sikat dan bersihkan benar bagian depan gigi," ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait dengan menyikat gigi yang tepat, drg. Usman menjelaskan bisa dipilih dari jenis sikat giginya.

“Prinsipnya sikat gigi ada jenisnya ada soft, ada medium, ada hard. Ini tergantung klasifikasi umur. Di bawah 12 tahun soft,“ sebutnya.

Sedangkan untuk teknik penyikatan gigi, drg. Usman mengungkap bahwa tepatnya menggunakan jari bukan tangan.

“Ada yang pakai jari ada yang pakai tangan. Baiknya pakai jari karena tidak ada tekanan permukaan gigi. Kalau terlalu tertekan bisa abrasi, email gigi akan turun terjadi penyakit di usia 40-an. Pegangnya pakai jari,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved