Pria Ngaku Polisi Berdebat dengan Ketua RT karena Masalah Parkir di Depan Toko

Ketua RT 01, Jaticempaka, Yosharman Nirman memberi penjelasan peristiwa yang dialami dimana dibentak pria yang mengaku polisi karena masalah parkir.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Ketua RT 01, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Yosharman Nirman yang berdebat perihal masalah parkir mobil dengan seorang pria yang mengaku polisi. 

TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK GEDE - Ketua RT 01, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Yosharman Nirman memberikan penjelasan peristiwa tidak mengenakan yang dialami karena dibentak seorang pria mengaku polisi lantaran masalah parkir.

Menurut Nirman, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (8/9) beberapa waktu lalu di depan sebuah toko di Jalan Jatiwaringgin, Pondok Gede Kota Bekasi.

Pada saat itu dirinya mendapat telepon dari pemilik toko, karena ada orang menolak memundurkan mobilnya karena terparkir tepat dipintu toko.

"Itu kejadian Sore sekitar jam 5an ibu Airin telpon saya minta 'Pak RT ada keamanan ngak?,' 'kenapa bu airin jawab saya, katanya di depan rumah dia ada yang parkir tidak mau di suruh geser. Akhirnya saya datang," ujarnya saat ditemui, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Pemiliki Toko Ungkap Kronologis Pria Diduga Polisi Berdebat dengan Ketua RT Gara-gara Parkir Mobil

Nirman mengaku sempat berkomunikasi dengan pengendara mobil untuk meminta memundurkan kendaraannya karena menghalangi pintu masuk toko. Hal ini dilakukan merespon keluhan pemilik toko yang juga warganya itu.

"Saya kan bilang permisi pak munduran dikit karena pintu rumahnya tertutup. Dia malah bilang 'udah disini aja'. Ya Saya bilang mundur dikit pak, karena ibu (pemilik toko) yang meminta," katanya.

Nirman mengaku sempat memohon kepada pengendara itu untuk memundurkan kendaraannya, bukan melarang untuk parkir.

Karena memang posisi mobil pengendara itu menghalangi pintu masuk rumah sekaligus toko pemilik. Hanya saja, hal ini tidak diindahkan.

Baca juga: Mahfud MD Respon Viral Pria Diduga Polisi Berdebat dengan Ketua RT Gara-gara Parkir Mobil

"Dia bilang lagi 'kamu nyuruh-nyuruh saya'. Ya Saya bilang Ngak pak ini, kan belakang kosong, karena kan belakang kosong. Dia bilang lagi, 'Kamu merintah-meritah saya'. Ya saya jawab kalo saya ngak merintah. Tapi saya minta tolong," ujarnya.

Lantaran enggan memundurkan kendaraannya, dan tidak ingin berdebat panjang. Akhirnya Nirman menawarkan diri membantu mendorong kendaraannya, meskipun saat itu pengemudi mobil masih berada di tempat kemudi.

"Saya minta ya sudah pak saya mundurin tapi bapak jangan di rem. Makanya saya dorong kayak gitu. Saya dorong itu karena biar mundur tapi ngak kuat juga. Eh malah dia bilang 'Emang ini tugas RT'," katanya.

Baca juga: 200.000 Produk Eiger dari Shopee dan TikTok Hangus Terbakar Akibat Kebakaran Gudang

Namun, akhirnya pengemudi sempat memundurkan kendaraannya walau hanya sedikit. Saat itu juga diungkapkan oleh Nirman jika pengemudi tersebut melontarkan kalimat jika dirinya merupakan keluarga Polri.

"Pokoknya pas debat itu dia bilang 'ngerti enngak undang undang'. Dia bilang juga dia keluarga besar polisi. Tapi saya enggak liat keluarga besar polisi atau enggak ya. Tapi, saya hanya minta intinya bapak mundur aja. Setelah itu tidak ada masalah, sebenarnya itu," ucapnya. 

Meski terjadi perdebatan, Nirman dan pemiliki toko akhirnya pun menyerah dan menyudahi perdebatan itu. Saat ini, aksinya tersebut pun viral di media sosial Twitter hingga Menko Pulhukam Mahmud MD ikut merespon video viral tersebut. (JOS).

Sumber: Warta Kota
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved