Aplikasi PeduliLindungi

PeduliLindungi tak Hanya untuk Masuk Mall, kini Berisi Rekam Medis Pasien yang Wajib Diisi Dokter

Aplikasi PeduliLindungi kini memiliki manfaat yang jauh lebih berbobot, tak sekadar sebagai alat untuk mmasuk mall atau kantor.

Editor: Valentino Verry
istimewa
Kemenkes kini menambah manfaat aplikasi PeduliLindungi yang tak hanya berguna sebagai akses masuk mall atau naik kereta api, tapi sebagai sarana penyimpan data medis pasien. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mayoritas masyarakat Indonesia mungkin belum tahu apa manfaat dari aplikasi PeduliLindungi.

Untuk saat ini, masyarakat hanya tahu manfaat aplikasi PeduliLindungi untuk masuk mall, kantor, atau naik kereta api.

Ternyata, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini melebarkan manfaat dari aplikasi PeduliLindungi.

Kini, fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik.

Proses transisi dilakukan paling lambat sampai 31 Desember 2023.

Hal ini didasari oleh diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis.

''Kementerian Kesehatan menyadari perkembangan teknologi digital dalam masyarakat yang mengakibatkan transformasi digitalisasi pelayanan kesehatan, sehingga rekam medis perlu diselenggarakan secara elektronik dengan prinsip keamanan dan kerahasiaan data dan informasi,'' ujar Digital Transformation Office, Kementerian Kesehatan RI, Setiaji, S.T., M.Si. Setiaji, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Puan Maharani: Jangan Sampai Menyulitkan Rakyat

Menurut Setiaji, rekam medis elektronik ini harus diperkuat dengan beberapa regulasi lain seperti Telemedicine, kemudian penerapan bioteknologi, dan juga teknologi yang lain dengan menggunakan dasar rekam medis elektronik.

Diharapkan seluruh fasyankes dapat siap beradaptasi di tengah misi Kemenkes RI untuk mentransformasikan layanan Kesehatan, dengan terus meningkatkan kapabilitas dan menjaga integritas layanan kesehatan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang lebih baik.

''Tahun ini kita akan melakukan pemetaan terhadap seluruh fasilitas kesehatan berdasarkan Indeks Kematangan Digital,” ujarnya.

Baca juga: Politisi PDIP Bingung Amerika Serikat Sebut Aplikasi PeduliLindungi Melanggar HAM

“Nanti bisa diketahui Faskes mana yang sudah siap atau yang belum siap. Itu nanti ada levelnya, dan kemudian dari situlah kita gunakan untuk menerapkan kebijakan ini,'' ucap Setiaji.

Selanjutnya, pasien berhak mendapatkan isi rekam medis miliknya, dan pemberian akses atas persetujuan pasien.

Fasyankes rujukan memiliki hak akses terhadap isi rekam medis elektronik seorang pasien atas persetujuan pasien.

Fasyankes wajib terhubung melalui platform terintegrasi dengan SATUSEHAT yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Siti Nadia Tarmizi: Laporan Deplu AS Tidak Tuduh PeduliLindungi Melanggar HAM, Mari Baca Saksama

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved