Pengancaman

Diancam Dibunuh Karena Beda Organisasi, Wanita di Karawang Minta Perlindungan ke Polisi

Wanita berinisial RR (49) mendatangi Mapolres Karawang untuk meminta perllindungan karena mengaku mendapat ancaman pembunuhuhan

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Shutterstock
Ilustrasi Pengancaman. Seorang wanita berinisial RR (49) asal Karawang, Jawa Barat mendatangi Mapolres Karawang untuk meminta perllindungan karena mengaku mendapat ancaman pembunuhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Seorang wanita berinisial RR (49) asal Karawang, Jawa Barat mendatangi Mapolres Karawang untuk meminta perllindungan karena mengaku mendapat ancaman pembunuhan.

RR diancam dibunuh oleh MR (50) karena sudah beda paham dan organisasi. RR sebelumnya pernah ikut satu organisasi bersama MR.

Bahkan karena dinilai tak sealiran lagi, salah satu keluarga RR sempat dianiaya oleh pengikut aliran atau organisasi lainnya tersebut.

Salah satu pelaku penganiayaan telah diamankan Polsek Telukjambe Timur.

Kuasa Hukum RR, Irman Zufari mengatakan, kedatangannya untuk meminta perlindungan. Karena perbuatan MR itu melanggar Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan ras dan etnis.

"Dalam pasal 4 junto pasal 16, bahwa di pasal 4 A2, itu diatur salah satunya berpidato atau mengatakan sesuatu yang di dengar, yang diketahui oleh orang atau orang banyak, yang mengungkapkan kebencian etnis. Disini, di pasal 16 nya diatur tentang ancaman hukumannya, orang yang berlaku demikian diancam pidana 5 tahun," kata Irman kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Bharada E Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Brigadir Yosua: Artinya Tak Ada Pelecehan dan Pengancaman

Irman menyebut kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Telukjambe Timur. Pada hari Selasa (6/9/2022) sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat keributan, pelaku mengancam membunuhnya karena sudah berbeda aliran.

"Ada kata-kata pelaku adalah, ketika ditegur guna mengingatkan ada orangtua yang sedang sakit di rumah oleh korban, yang awalnya si pelaku tidak menggubris dan si korban menegaskan kembali kepada pelaku, si pelaku mengatakan 'diam kamu, kamu saya gorok, saya bunuh kamu, kamu juga halal dibunuh, keluarga ini halal untuk dibunuh, keluarga ini keluarga murtad, saya usir keluarga ini,' kata si pelaku kepada korban," kata Irman.

Tindakan tersebut, kata Irman, suatu yang bermuatan dan mengarah kepada unsur paham radikal.

Baca juga: Prarekonstruksi Dugaan Pencabulan dan Pengancaman, Ferdy Sambo, Istri, dan Bharada E Tak Dihadirkan

"Mungkin kami tidak akan berhenti sampai disini, kami akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera menindaklanjuti situasi ini, jangan sampai terlambat kemudian saling salah menyalahkan," ujar dia.

Setelah membuat laporan pengaduan ke Reskrim Polres Karawang, kata Irman, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Baca juga: Divonis Setahun Penjara atas Kasus Pengancaman Terhadap Adam Deni, Jerinx SID Telah Siapkan Mental

Pihaknya juga akan mempertimbangkan meminta perlindungan korban ke lembaga perlindungan saksi dan korban guna pengamanan korban.

"Kita ingin setelah ini, kita akan berkoordinasi dengan MUI karena ini sudah merupakan tindakan hukum. Agar ada pencegahan kedepannya. Dan beberapa instansi pemerintah yang lain dan juga BNPT untuk teroris, kita juga akan berkoordinasi," ujar dia. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved