Musik

Band for Revenge Luncurkan Album Keempat 'Perayaan Patah Hati', Mengapa Sampai Dibuat 2 Babak?

Band for Revenge (fR) meluncurkan album penuh keempatnya. Album keempat for Revenge tersebut dibagi menjadi 2 babak. Mengapa sampai 2 babak?

Dokumentasi for Revenge
Band for Revenge (fR), yakni Boniex Noer (vokal), Arief (gitar), Izha (bass) dan Chimot (drum), meluncurkan album penuh keempatnya medio September 2022. Album keempat for Revenge tersebut dibagi menjadi 2 babak, yakni Perayaan Patah Hati Babak 1 dan Babak 2. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Band for Revenge (fR) meluncurkan album penuh keempatnya.

Album keempat for Revenge tersebut dibagi menjadi 2 babak.

Separuh dari saga Perayaan Patah Hati, yakni Perayaan Patah Hati Babak 1 sudah resmi dirilis.

Baca juga: Coach Ican Nyanyikan 5 Lagu di Mini Album Sampai Nanti, Tandai Debut di Industri Musik Indonesia

Baca juga: Band Ungu Rilis Album Baru Self-titled, Bukti Tetap Kompak dan Eksistensi di Industri Musik

Lagu-lagu di Perayaan Patah Hati Babak 1 ini merupakan kumpulan lagu-lagu yang dirilis for Revenge sejak tahun 2020 setelah kembalinya Boniex Noer ke unit emo ini setelah hengkang pada tahun 2015.

Perayaan Patah Hati Babak 1 ini ditutup single Untuk Siapa? yang sudah dirilis belum lama ini.

"Album keempat ini seperti kembali menegaskan benang merah yang kami bangun sejak dua tahun lalu, bahwa patah hati sepatutnya dirayakan jika tidak mampu disembuhkan," kata Boniex Noer, Senin (12/9/2022).

Band for Revenge (fR) mengenalkan single baru berjudul Jeda, Rabu (16/2/2022). Lagu Jeda menjadi penanda penting bagi perjalanan karya Boniex (vokal), Chimot (drum), Izha (bass) dan Arief Ismail (gitar).
Band for Revenge (fR) mengenalkan single baru berjudul Jeda, Rabu (16/2/2022). Lagu Jeda menjadi penanda penting bagi perjalanan karya Boniex (vokal), Chimot (drum), Izha (bass) dan Arief Ismail (gitar). (Dokumentasi Band fR)

Perayaan Patah Hati Babak 1 merupakan rangkuman cerita-cerita patah hati, namun tidak di ranah stereotipikal.

Turunan-turunan patah hati seperti kehilangan, pengorbanan dan keikhlasan berhasil tersampaikan ke pendengar tanpa perlu metafora yang berat untuk terdengar berkelas.

Bagi Boniex Noer (vokal), Arief (gitar), Izha (bass) dan Chimot (drum), referensi sastra dan pemilihan diksi yang selalu tepat menjadi kekuatan besar di setiap lagu di album keempat mereka.

Band for Revenge (fR), yakni Boniex Noer (vokal), Arief (gitar), Izha (bass) dan Chimot (drum), meluncurkan album penuh keempatnya medio September 2022. Album keempat for Revenge tersebut dibagi menjadi 2 babak, yakni Perayaan Patah Hati Babak 1 dan Babak 2.
Band for Revenge (fR), yakni Boniex Noer (vokal), Arief (gitar), Izha (bass) dan Chimot (drum), meluncurkan album penuh keempatnya medio September 2022. Album keempat for Revenge tersebut dibagi menjadi 2 babak, yakni Perayaan Patah Hati Babak 1 dan Babak 2. (Dokumentasi for Revenge)

"Siapapun yang mendengarnya akan merasa terhubung dengan kisah-kisah di liriknya," ucap Boniex Noer.

Aransemen yang megah dan terasa mahal juga tampak di identitas visual for Revenge saat ini.

Ada pendewasaan, namun bukan pendewasaan yang klise dan banal, mulai perlakuan audio sampai pendekatan visual yang memperlihatkan bahwa for Revenge sudah memasuki tingkatan yang berbeda.

Baca juga: Deadsquad Hadirkan Lagu Enigmatic Pandemonium, Eksistensi Bermusik Sebagai Band Cadas Sejak 2006

Baca juga: Band NOAH Gelar Konser DekadeXperience, Tandai 10 Tahun Berkarya di Industri Musik Indonesia

"Album Perayaan Patah Hati ini dibagi menjadi dua babak, layaknya cerita bersambung," ujar Boniex Noer.

"Patah hati ini akan terus berlanjut dan menjadikannya perayaan yang paling meriah," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved