Berita Jakarta

Anggota DPRD DKI Minta Pemotongan Kabel Udara Difokuskan ke Pemukiman Padat

Kalau seperti itu yang dilakukan yah terkesan seremonial saja, masih banyak di wilayah permukiman padat yang kabelnya berantakan

Editor: Ahmad Sabran
HO
Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth mengkritisi pemotongan kabel udara yang terkesan seremoni. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah memotong puluhan kabel udara di Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin 5 September 2022.

Ia menilai kesemrawutan kabel udara yang seperti bakmi hitam menggantung menjadi pemandangan bermasalah di ibukota.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menilai pemotongan kabel fiber udara oleh orang nomor satu di Jakarta itu sifatnya hanya seremonial semata.

"Pak Anies harus benar-benar bisa melihat prioritas skala mikro dalam menangani kabel yang menjuntai di udara. Jalur Mampang itu merupakan jalan protokol, jangan hanya fokus di sana. Kalau seperti itu yang dilakukan yah terkesan seremonial saja, masih banyak di wilayah permukiman padat yang kabelnya berantakan," kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (12/9/2022).

Menurut Kent-sapaan akrab Hardiyanto Kenneth-, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dalam memilih lokasi penertiban kabel udara harus yang tepat, seperti wilayah permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran.

Baca juga: Serukan Kader Perindo Sumut Solid Sejahterakan Rakyat, TGB dan Mahyudin: Percaya Kita Menang di 2024

"Pemilihan harus di daerah kecil, dan kabel-kabel tersebut sangat berbahaya jika berada di permukiman padat penduduk, kabel kabel yang semrawut dan tidak pernah diperhatikan, bisa menyebabkan bahaya kebakaran. Kalau niat mau membereskan harus berani memulai dari skala mikro, sisir permukiman padat penduduk yang kabel udaranya semrawut," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDIP DKI Jakarta itu.

Dikatakannya, beberapa wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang padat penduduk ada di wilayah Lenteng Atas, Manggarai, Pasar Manggis dan Pela Mampang. Dan di wilayah Jakarta Timur bisa di mulai dari Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Jatinegara, Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, dan Kelurahan Pulo Gadung.

"Sisir saja permukiman tersebut, melakukan hal tersebut tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, perlu kemauan keras dan niat dalam pelaksanaanya, buktinya sampai hari saya melihat banyak permukiman padat yah masih begitu aja, kabelnya masih semrawut dan tidak ada perubahan sama sekali, kalau begitu yah sama saja omong kosong," sambungnya.

Baca juga: Ringgo Agus Rahman Kaget Nama Depan Anak Sulungnya Mirip dengan Hacker yang Kini Hebohkan Dunia Maya

Selain itu, Kent pun mengkritisi Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam melaksanakan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) membuat bahu jalan-jalan mengecil hingga berdampak kemacetan panjang dan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

"Saya sempat melakukan pengecekan di sejumlah jalan dan ada bekas galian SJUT yang tidak dirapihkan lagi, malah meninggalkan lubang hingga membahayakan bagi pengguna jalan dan kendaraan bermotor, dampaknya yah kemacetan panjang setiap hari di wilayah tersebut. Saya minta Dinas Bina Marga harus memperhatikan serta segera memperbaiki jalan-jalan yang sudah dibuat rusak saat pengerjaan SJUT tersebut, agar warga berkendara aman dan nyaman," ketus Kent.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved