Polisi Tembak Polisi

Pengacara Merah Beri Waktu 10 Hari kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk Menarik Pernyataan

Pengacara Merah Putih bakal gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN jika tidak tarik pernyataannya terkait pelecehan seksual Brigadir J.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Deolipa Yumara selaku mantan kuasa hukum Bharada E. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Pengacara Merah Putih menggugat Komnas Hak Asasi Manusia dan Komnas Perempuan atas pernyataan soal kasus pelecehan seksual Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J terhadap Putri Chandrawathi.

Gugatan itu bakal dikirim langsung oleh Deolipa Yumara selaku mantan kuasa hukum Bharada E.

Deolipa mengaku, pihaknya memberikan kesempatan kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk menarik pernyataannya selama 10 hari.

"Setelah 10 hari baru kami gugat, perbuatan melawan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," kata Deolipa Minggu (11/9/2022).

Baca juga: VIDEO : Deolipa Yumara Bakal Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Sebut Buat Gaduh dan Berbahaya

Baca juga: VIDEO Deolipa Yumara Datangi Polres Metro Jaksel, Ada Apa?

Baca juga: Tak Terima Dipolisikan, Deolipa Yumara Laporkan Balik Advokat Anti Hoax ke Polres Jaksel

Penarikan pernyataan itu berupa klarifikasi dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan di depan publik.

Sebab, pernyataan soal pelecehaan seksual itu tidak benar dan laporan Putri Candrawathi juga sudah dihentikan penyidik.

"Nanti setelah 10 hari, mereka enggak ada respons, kami gugat," ujar Deolipa.

Sebelumnya, Komnas HAM mengeluarkan surat rekomendasi atas kematian Brigadir Yaosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

BERITA VIDEO: Pengacara Bripka RR Sebut Kliennya Lebih Pantas Jadi Saksi Kasus Brigadir J

Dalam pernyataannya, Komnas HAM menduga kuat adanya pelecehan seksuak yang terjadi sebelum Brigadir Yosua dibunuh.

Pelecehan itu terjadi di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (7/7/2022) dan keesokan harinya Ferdy Sambo melakukan pembunuhan.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Beka Ulung Hapsara pada Kamis (1/9/2022).

Pengacara Merah Putih menggugat ke PTUN karena Komnas HAM sudah melampaui tugas penyidik untuk menbuktikan pelecehan seksual.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved