KPK: Menyontek, Plagiat, Hingga Titip Absen Bentuk Perilaku Korup

KPK mencatat sebanyak 1.479 dari 4.593 perguruan tinggi atau sekira 32,2 persen, telah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati Iskak menegaskan, menyontek, titip absen, hingga mark up uang buku, merupakan bentuk korupsi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati Iskak menegaskan, menyontek, titip absen, hingga mark up uang buku, merupakan bentuk korupsi.

"Perilaku-perilaku korup nyatanya juga muncul di dunia pembelajaran kampus."

"Seperti menyontek, titip absen, plagiat, proposal palsu, gratifikasi ke dosen, mark up uang buku, penyalahgunaan beasiswa, hingga penyelewengan penerimaan mahasiswa baru."

"Oleh karenanya, penting menyelenggarakan pendidikan antikorupsi pada kurikulum pendidikan perguruan tinggi," tutur Yuyuk, Sabtu (10/9/2022).

KPK mencatat sebanyak 1.479 dari 4.593 perguruan tinggi atau sekira 32,2 persen, telah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi.

KPK, kata Yuyuk, berharap angka tersebut terus meningkat, demi mewujudkan kampus di seluruh Indonesia yang berbudaya antikorupsi.

Baca juga: Muncul Isu Suharso Dipecat dari Ketum karena Ogah Digeser Jadi Menteri PANRB, Waketum PPP Membantah

Ia berharap kampus dan mahasiswa punya komitmen yang sama dalam menginternalisasikan nilai-nilai integritas.

“Kampus dan seluruh civitas akademika harus punya rasa memiliki yang tinggi untuk menjaga muruah kampus, dengan membangun nilai-nilai integritas dan budaya antikorupsi,” papar Yuyuk. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved