Kenaikan Harga BBM

Jangan Kaget, Tarif Ojol Jabodetabek Naik 6-13 Persen Mulai Hari Ini, Dampak Kenaikan Harga BBM

Pengguna ojol mulai hari ini, Sabtu (10/9/2022), harus merogok kocek lebih dalam karena kenaikan tarif, dampak kenaikan harga BBM.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
dok RSUI Depok
Ilustrasi - Tarif ojol mulai Sabtu (10/9/2022) resmi naik, untuk wilayah Jabodetabek kenaikan sebesar enam hingga 13 persen, tentu ini akan berdampak pada konsumen. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi pengguna ojek online (ojol) jangan kaget bila hari ini, Sabtu (10/9/2022), tarif yang dibayar jadi lebih mahal.

Sebab mulai hari ini terjadi kenaikan tarif, buntut dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.

Besar kenaikan tarif ojol pun bervariasi, tergantung zona atau wilayah.

Kenaikan tarif ojol sebenarnya sudah diputuskan tiga hari lalu, namun implementasinya baru Sabtu ini.

Waktu tiga hari sebagai masa sosialisasi kepada pengguna ojol.

Adadapun Kepmenhub tersebut yaitu Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi yang ditandatangani pada 7 September 2022.

"Waktu pelaksanaan kenaikan ini diberi waktu tiga hari sejak tanggal penetapan keputusan ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Pengemudi Ojol dan Mahasiswa Muhammadiyah Berbaur Suarakan Tolak Kenaikan Harga BBM

Hendro menjelaskan, penyesuaian biaya jasa ojol dilakukan seiring adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), komponen UMR dan faktor lainnya.

“Untuk komponen penyesuaian biaya jasa ojek online ada tiga komponen, diantaranya biaya pengemudi yaitu kenaikan UMR, asuransi pengemudi, biaya jasa minimal order 4 KM, dan kenaikan harga BBM,” ucap Hendro.

Ia menjelasakan, penyesuaian tarif ojol pada tahun ini diputuskan adanya kenaikan yaitu untuk zona I dari batas bawah Rp1.850 naik ke Rp2.000 atau kenaikan delapan persen.

Baca juga: Ibas Prihatin Rakyat Makin Kesulitan Akibat Harga BBM Naik, Janji Demokrat Tetap bersama Masyarakat

"Untuk batas atas dari Rp2.300 naik menjadi Rp2.500 yaitu naik 8,7 persen. Dan biaya jasa minimal menjadi Rp8.000-Rp10.000,” tuturnya.

Sementara untuk zona II terjadi kenaikan biaya batas bawah sebesar 13,33 persen dan batas atas sebesar enam persen jika dibandingkan dari KP548 Tahun 2020.

“Untuk zona II yaitu dari KP 548 Tahun 2020 batas bawah Rp2.250 naik menjadi Rp2.550, untuk batas atas dari Rp2.650 naik menjadi Rp2.800. Jadi ada kenaikan batas bawah 13 persen, batas atas enam persen. Biaya jasa minimal Rp10.200-Rp11.200,” tuturnya.

Ratusan buruh tergabung dalam Aliansi Buruh Pangkal Perjuangan melakukan unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan kantor bupati dan DPRD Karawang, Jumat (9/9/2022).
Ratusan buruh tergabung dalam Aliansi Buruh Pangkal Perjuangan melakukan unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan kantor bupati dan DPRD Karawang, Jumat (9/9/2022). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Untuk zona III batas bawah dari Rp 2.100 naik menjadi Rp2.300 (naik 9,5 persen), batas atas dari Rp2.600 menjadi Rp2.750 (naik 5,7 persen), dan biaya jasa minimal Rp9.200-Rp11.000.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved