From Zero to Hero, Kemensos Edukasi Gepeng, Lansia, Disabilitas dan ODGJ Jadi Wirausaha Mandiri

Adanya potensi besar untuk jadi pengusaha sukses, Kemensos edukasi gepeng, lansia, disabilitas dan ODGJ untuk wirausaha mandiri.

dok. Kementerian Sosial
Kementerian Sosial memberikan keterampilan pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diantaranya lanjut usia (lansia), gelandangan-pengemis, disabilitas bahkan ODGJ untuk bisa menjadi wirausaha mandiri. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Apa yang terbayang bila kita menyebut lanjut usia (lansia), gelandangan-pengemis, disabilitas bahkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kesan atau gambaran kita mungkin di antaranya: lemah, tidak produktif, miskin, tidak mandiri dan sebagainya.

Di balik stereotipe negatif, Kementerian Sosial RI justru melihat adanya potensi besar pada kelompok rentan dan marjinal tersebut. Mereka punya peluang menjadi pengusaha. Bahkan mungkin pengusaha sukses.

Kementerian Sosial melalui Pasal 16 Permensos No. 7 Tahun 2021 tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial mengatur tentang pemberian keterampilan pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau penerima manfaat agar mampu hidup mandiri dan produktif.

Sejalan dengan hal tersebut, Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi menggali dan mengembangkan potensi-potensi kewirausahaan mereka.

Para penerima manfaat tersebut, diberikan pengetahuan dan keterampilan berbagai jenis kewirausahaan, seperti mengelola sampah, budidaya maggot, beternak,  dan sebagainya.

Kementerian Sosial memberikan keterampilan pada PPKS
Kementerian Sosial memberikan keterampilan pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diantaranya lanjut usia (lansia), gelandangan-pengemis, disabilitas bahkan ODGJ untuk bisa menjadi wirausaha mandiri.

Tentu saja, produktifitas mereka berujung cuan. Produktifitas para penerima manfaat sejalan dengan penghasilan yang mereka dapatkan.

Dalam sektor pengelolaan sampah misalnya. Di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, setiap elemen sampah memiliki nilai jual.

Siklus pengolahan sampah mulai dari pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik untuk pakan maggot, turunan produk maggot hingga residu dari proses produksi memiliki nilai ekonomi.

Ali Susilo (45), instruktur budidaya maggot di Sentra Pangudi Luhur mengatakan, bahwa omzet dari budidaya maggot sendiri mencapai rata-rata Rp 2 juta per bulan.

“Dari sisi penjualan fresh maggot kita bisa menjual 10 kg/bulan dari sisa pakan ternak. Dihargai per kilo Rp 6.000. Dari sisi telur, rata-rata pembelian di bawah 10-gram harga per gramnya Rp 5.000. Per bulan bisa sampai Rp2 juta,” ungkap Ali, Sabtu (10/9/2022).

Kementerian Sosial memberikan keterampilan pada PPKS (1)
Kementerian Sosial memberikan keterampilan pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diantaranya lanjut usia (lansia), gelandangan-pengemis, disabilitas bahkan ODGJ untuk bisa menjadi wirausaha mandiri.

Selain fresh maggot dan telur maggot, produk lain yang dihasilkan dari budidaya maggot di antaranya dry maggot, pelet, tepung maggot dan kasgot (bekas maggot) yang digunakan sebagai pupuk organik.

Sentra juga membekali penerima manfaat dengan berbagai keterampilan seperti pembuatan kertas dari pelepah pisang, menjahit, otomotif, komputer dan sebagainya. 

Sementara itu, dukungan Sentra Pangudi Luhur terhadap para penerima manfaat tak hanya dari sisi pendampingan dan pemberian modal.

Sentra menyediakan ruang bagi para penerima manfaat untuk memasarkan hasil produksi melalui Sentra Kreasi Atensi (SKA).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved