Berita Video

VIDEO Curahan Hati Pedih Istri Prajurit TNI AL yang Gugur Dalam Kecelakaan Pesawat

Curahan hati pedih dituangkan dua istri Prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur dalam kecelakaan pesawat di Selat Madura.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Curahan hati pedih dituangkan istri Prajurit TNI Angkatan Laut Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady yang gugur dalam kecelakaan pesawat di Selat Madura.
Istri Judistra Eka Permady, Vrili Oza Nadya hanya bisa memeluk pusaran peti jenazah suaminya.
Dengan perut hamil Sembilan bulan, tatapan Vrili tampak kosong.


Di caption fotonya, istri Judistra Eka Permady hanya berharap suaminya di surga sana bisa menengok kelahiran bayi mereka.
“Sering-sering nengokin aku dan baby ya mas. Kalau bisa dampingi setiap waktu ya mas,” tulis Vrili pilu pada Kamis (8/9/2022) saat menerima jenazah suami.
Di akun instagramnya, Vrili juga mengunggah momen indah terakhir bersama suami saat melakukan 7 bulanan kehamilan buah hati pertama mereka.

Baca juga: Dua Anggota Tewas saat Kecelakaan Pesawat, TNI AL Kibarkan Bendera Setengah Tiang


Acara 7 bulanan bayi pertama Judistra Eka Permady baru dilakukan dua bulan lalu tepatnya 10 Juli 2022.
Vrili pun yakin putra Judistra Eka Permady akan bangga dengan pengabdian ayahnya kepada Indonesia.
“10 Juli 2022 - Bangga sekali punya papa kayak mas,” tulis istri prajurit TNI itu.

Baca juga: Suami Gugur Dalam Kecelakaan Pesawat, Ini Curahan Hati Pedih Istri Prajurit TNI AL


Wanita cantik yang tengah hamil 9 bulan itu juga ternyata merupakan prajurit TNI. Keduanya juga bertemu dalam tugas di TNI.
Duka kecelakaan pesawat TNI AL di Selat Madura juga dialami istri prajurit Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila.
Istri Dendy Kresna, Imas Melan di akun instagramnya. Istri prajurit itu meminta maaf apabila ada kekhilafan yang dilakukan suaminya selama hidup.
“Semoga suami kami ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT,” doa Imas Melan.

Baca juga: Jenazah Pilot dan Kopilot Pesawat Latih TNI AL yang Jatuh di Selat Madura, Dimakamkan Secara Militer


Dalam akun instagramnya, Dendy Kresna sendiri masih memiliki anak yang masih balita. Terlihat Dendy Kresna merupakan sosok ayah yang sangat menyayangi anak laki-lakinya.
Hampir seluruh unggahan di instagramnya merupakan wajah anaknya. Bahkan, foto profil Dendy Kresna juga merupakan wajah anaknya.
 Istri prajurit TNI Dendy Kresna yang gugur dalam kecelakaan pesawat
Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

Baca juga: Pesawat Latih TNI AL yang Jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya Dipastikan Layak Terbang


Kasal menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi dan menjelaskan bahwa pada pukul 10.00 WIB pilot dan copilot telah ditemukan dan langsung di evakuasi ke RSAL.
Sementara untuk pesawat juga telah berhasil diangkat dengan menggunakan KRI Soputan-923, selanjutnya akan diinvestigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.
Atas kejadian tersebut, Kasal mengatakan TNI Angkatan Laut sementara akan menonaktifkan dulu pesawat latih tipe Bonanza G-36 yang lainnya sambil menunggu hasil investigasi.

Baca juga: Titik Diduga Pesawat Latih Bonanza TNI AL yang Jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya Ditemukan


Musibah kecelakaan jatuhnya Pesawat Udara (pesud) jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI Angkatan Laut tersebut terjadi pada hari Rabu 07 September 2022 sekitar pukul 09.00 WIB di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yaitu di Perairan Laut Selat Madura (antara Kab. Bangkalan Madura Dan Gresik).
Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat melaksanakan Latihan Air Defence Exercise (ADEX) SIAGA ARMADA II dengan unsur-unsur KRI di jajaran Koarmada II.
Kronologis kejadian pada hari Rabu 07 September 2022 pukul 08.45 WIB pesawat latih milik TNI AL jenis/type: Bonanza G-36, No. Reg: T-2503 take off dari bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub.

Baca juga: Jatuhnya Pesawat Milik TNI AL di Surabaya Terjadi saat Latihan Anti Serangan Udara


Pukul 08.56 WIB pesawat mengalami crash landing di laut di Perairan Laut Selat Madura (antara Bangkalan Madura dan Gresik) pada koordinat 06°59’57”S-112°46’21"E.
Pilot pesawat tersebut adalah Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady,  kesehariannya menjabat sebagai Wadan Pesud 2 Flight II Ron 200 merupakan alumni AAL Angkatan 62,  beralamat tinggal di Jl. Patria Permai V BA-01 Surabaya. 
Dia meninggalkan seorang istri bernama Vriliandia Iranoza yang saat ini sedang hamil 8 bulan.

Baca juga: Duka TNI AL Pesawat Bonanza G-36 Dikabarkan Jatuh di Perairan Barat Surabaya


Sementara Copilot atas nama Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila yang menjabat sebagai Wadan Pesud 1 Flight II Ron 600 merupakan alumni PSDP XXX dan beralamat tinggal di Jl. Kawi No 3 Komplek Lanudal Juanda, meninggalkan seorang istri dan seorang anak.
Istri dari Letda Dendy yang bernama Imas Meilani, juga seorang perwira TNI AL berpangkat Letnan Dua.

Baca juga: BREAKING NEWS Pesawat Latih TNI AL Jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya


Kasal menegaskan bahwa kedua pilot mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kapten Anumerta dan Lettu Anumerta, serta akan memperhatikan keluarga yang ditinggalkan.
"Skep kenaikan pangkatnya sudah jadi, tentunya sebagai penghargaan karena mereka meninggal dunia dalam melaksanakan tugas," tegas Kasal.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved