Bos Sabu

Tangkap Bos Sabu Jaringan Indonesia-Malaysia yang Jadi DPO, Polisi Sita Aset Senilai Rp 50 Miliar

Bos sabu jaringan Indonesia-Malaysia, Fauzan Afriansyah alias Vincent ditangkap di Bali, Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 13.00 WITA.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Ramadhan LQ
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap tersangka bos sabu jaringan Indonesia-Malaysia, Fauzan Afriansyah alias Vincent yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap bos sabu jaringan Indonesia-Malaysia, Fauzan Afriansyah alias Vincent yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Vincent ditangkap di sebuah hotel yang terletak di Bali pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 13.00 WITA.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Sitegar, mengatakan bahwa penangkapan Fauzan bermula dari tiga tersangka yang ditangkap di wilayah perairan Bengkalis, Riau, Selasa (12/4/2022).

Mereka yang ditangkap antara lain Nofriadi, Heriadi, dan Daud.

Baca juga: Terlibat Peredaran Narkotika dan Pakai Sabu, Polri Pecat Kasat Narkoba Karawang AKP Nurdin Massa

Baca juga: Kejari Jakarta Utara Musnahkan Ratusan Pil Ekstasi Hingga Ribuan Gram Sabu dan Ganja

Baca juga: Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran 44 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

“Dengan barang bukti sabu sebanyak 47 kilogram dari Malaysia,” kata Krisno dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2022).

Dari penangkapan itu, penyidik kemudian mengantongi dua nama yang akhirnya dijadikan DPO, yaitu AM dan ABD.

“ABD berhasil ditangkap pada 12 Juli 2022 di Kota Pekanbaru Riau," ujar Krisno.

Dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka itu, diperoleh informasi yang mengarah terhadap dugaan keterlibatan Vincent. Selanjutnya, diterbitkanlah DPO terhadap Vincent.

BERITA VIDEO: Presiden AS, Joe Biden Berduka Atas Wafatnya Ratu Inggris Elizabeth II

"Dalam proses penyidikan terhadap Vincent, mengakui sabu yang diselundupkan oleh tersangka Nofriadi, Heriadi, dan Daud dari Malaysia tersebut," terang Krisno.

"Dipesan dari Uncle Jack (DPO WNA Malaysia). Pemesanan sabu dilakukan melalui komunikasi telepon. Selanjutnya Vincent menggunakan jasa Nofriadi sebagai becak laut," tutur Krisno.

Krisno menuturkan, pembelian sabu oleh Fauzan ke Uncle Jack melalui transfer dengan menggunakan banyak rekening bukan atas nama Fauzan.

Dari penangkapan itulah, penyidik melakukan tracing aset yang diduga dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil transaksi narkoba.

"Dengan estimasi jumlah aset kurang lebih Rp 50 miliar," ucap Krisno.

Krisno menuturkan, penyidik berhasil menyita barang bukti lainnya dari tangan para tersangka.

Mulai dari mobil mewah hingga lima motor gede (Moge) Harley Davidson.

"Enam mobil berbagai merk Jaguar, Honda Accord, Mercedes Benz, Fortuner, Suzuki Ertiga dan Suzuki Carry," jelas Krisno.

"Juga objek tanah dan bangunan kurang lebih 46 unit yang tersebar di Bekasi, Jakarta, Bogor, dan Bandung,” papar Krisno.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved